Ahad 13 Dec 2020 05:12 WIB

Seorang Ibu Sekap Anak Hingga Puluhan Tahun

Sang anak yang berjenis kelamin pria ditemukan dalam kondisi kekurangan gizi.

Rep: Rizky Suryarandika/ Red: Andi Nur Aminah
Ilustrasi anak yang disekap
Foto: Foto : MgRol112
Ilustrasi anak yang disekap

REPUBLIKA.CO.ID, STOCKHOLM -- Kepolisian Swedia mengungkap telah menangkap seorang wanita yang dicurigai menahan putranya di dalam apartemen selama beberapa dekade. Sang anak yang berjenis kelamin pria ditemukan dalam kondisi kekurangan gizi dan luka-luka.

Juru bicara polisi Stockholm Ola Osterling mengatakan si anak telah dikurung untuk waktu yang sangat lama di apartemen di pinggiran selatan Stockholm. Tetapi ia menolak mengomentari laporan bahwa si anak telah ditahan selama 28 tahun. 

Baca Juga

Para tetangga mengatakan selama ini belum pernah melihat si anak itu. Para tetangga kaget karena sang anak sekarang berusia 41 tahun. Tove Boman, 24 tahun yang tinggal di gedung sebelah, mengatakan bahwa dia hanya melihat ibu si anak.

"Saya dibesarkan di sini jadi saya selalu tahu siapa dia dan mengenalinya. Dia agak aneh," kata salah satu tetangga Tove Boman yang berusia 24 tahun dilansir dari Arab News pada Sabtu (12/12).

Surat kabar Expressen dan Aftonbladet melaporkan bahwa wanita itu telah mengeluarkan putranya dari sekolah ketika dia berusia 12 tahun dan menguncinya di dalam apartemen sejak saat itu. Seorang kerabat yang tidak disebutkan namanya menemukan pria itu baru-baru ini setelah ibunya dibawa ke rumah sakit. 

Si anak mengalami menginfeksi luka di kakinya sampai hampir tidak bisa berjalan. Ia juga hampir tidak memiliki gigi sehingga kemampuannya berbicara terbatas. Di sisi lain, Osterling tidak mau mengomentari rincian itu. "Pria itu ada di rumah sakit. Lukanya tidak mengancam jiwa," ujar Osterling.

Wanita itu dicurigai melakukan perampasan kemerdekaan si anak secara ilegal dan menyebabkan cedera tubuh. Laporan media menunjukkan bahwa sang ibu terlalu protektif setelah kehilangan putra sulungnya ketika dia berusia tiga tahun. 

Kerabat tersebut mengatakan sang ibu telah meyakinkan anak laki-lakinya untuk terus di rumah melindungi ibunya. Kerabat tersebut juga mengatakan telah menghubungi layanan sosial beberapa kali selama bertahun-tahun. Tetapi pihak layanan sosial menyatakan tidak ada kejahatan yang dilakukan karena pria itu tidak dikurung secara fisik.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement