Ahad 03 Jan 2021 06:55 WIB

Inggris Kembali Operasikan Rumah Sakit Darurat Covid-19

Inggris sedang melawan gelombang baru virus Covid-19.

Inggris Kembali Operasikan Rumah Sakit Darurat Covid-19. Gadis berpakaian perawat bertepuk tangan selama kampanye Clap For Our Carers untuk mendukung staf National Health Service (NHS) di luar rumah sakit Chelsea dan Westminster di London, Inggris, 28 Mei 2020.
Foto: EPA-EFE/NEIL HALL
Inggris Kembali Operasikan Rumah Sakit Darurat Covid-19. Gadis berpakaian perawat bertepuk tangan selama kampanye Clap For Our Carers untuk mendukung staf National Health Service (NHS) di luar rumah sakit Chelsea dan Westminster di London, Inggris, 28 Mei 2020.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Inggris mengoperasikan kembali rumah sakit darurat yang dibangun pada awal pandemi dan menutup sekolah dasar di London, Jumat (1/1). Langkah tersebut diambil untuk melawan penyebaran cepat dari varian virus corona yang jauh lebih menular.

Dengan lebih dari 50 ribu kasus Covid-19 harian baru selama empat hari terakhir, lembaga layanan kesehatan mengatakan sedang mempersiapkan langkah antisipasi lonjakan pasien dan membutuhkan lebih banyak tempat tidur. Pengumuman itu datang hanya beberapa hari setelah Rumah Sakit Royal London mengatakan kepada staf melalui email sekarang mereka berada dalam mode pengobatan bencana.

Baca Juga

Rumah Sakit Royal London mengatakan tidak dapat memberikan perawatan kritis berstandar tinggi. Dengan ibu kota yang menjadi salah satu daerah yang paling parah terkena varian baru, yang hingga 70 persen lebih menular, pemerintah juga memutuskan menutup semua sekolah dasar di London, memutar-balikkan keputusan yang dibuat dua hari lalu.

"Pendidikan dan kesejahteraan anak-anak tetap menjadi prioritas nasional. Memberlakukan pendidikan jarak jauh di bagian London yang lebih luas benar-benar merupakan pilihan terakhir dan solusi sementara," kata Menteri Pendidikan Gavin Williamson. 

Inggris sedang melawan gelombang baru virus yang telah menewaskan lebih dari 74 ribu orang dan menghancurkan perekonomian. Sebagai salah satu negara terparah di dunia, tercatat 53.285 kasus dalam 24 jam terakhir pada Jumat, dan 613 kematian baru.

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement