Rabu 06 Jan 2021 13:00 WIB

AS Jatuhkan Sanksi pada 17 Perusahaan Iran di Sektor logam

Perusahaan Iran itu sebagian besar beroperasi di industri baja, pertambangan, dan mineral - Anadolu Agency

Perusahaan Iran itu sebagian besar beroperasi di industri baja, pertambangan, dan mineral - Anadolu Agency
Perusahaan Iran itu sebagian besar beroperasi di industri baja, pertambangan, dan mineral - Anadolu Agency

REPUBLIKA.CO.ID, ANKARA - Departemen Keuangan Amerika Serikat (AS) pada Selasa mengumumkan akan menjatuhkan sanksi kepada seorang warga Iran dan 17 perusahaan yang beroperasi di sektor logam negara itu.

Majid Sajdeh ditambahkan ke daftar sanksi, bersama dengan perusahaan yang sebagian besar beroperasi di industri baja, pertambangan, dan mineral Iran.

Baca Juga

"Rezim Iran menggunakan pendapatan dari sektor logamnya untuk mendanai aktivitas rezim yang tidak stabil di seluruh dunia," kata Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo dalam sebuah pernyataan.

Dia mengatakan dua perusahaan "dengan sengaja menjual, memasok, atau mentransfer, secara langsung atau tidak langsung, ke atau dari Iran".

Satu perusahaan yang berbasis di Jerman, satu berbasis di Inggris, dan satu berbasis di China ditunjuk untuk dimiliki atau dikendalikan oleh Perusahaan Induk Pengembangan Industri Mineral dan Pertambangan Iran di Timur Tengah, tambah dia.

"AS akan terus menerapkan sanksi secara agresif terhadap rezim Iran, mereka yang menghindari sanksi, dan lainnya yang memungkinkan rezim untuk mendanai dan melaksanakan agenda penindasan dan teror yang buruk," kata Pompeo.

Iran pada Sabtu mengknfirmasi rencana untuk meningkatkan pengayaan uranium menjadi 20 persen untuk menerapkan undang-undang yang baru-baru ini diperkenalkan sebagai tindakan balasan terhadap sanksi AS.

Presiden terpilih Joe Biden berencana mengembalikan AS ke kesepakatan nuklir Iran setelah menjabat pada 20 Januari. Presiden Donald Trump telah menarik Washington dari perjanjian tersebut pada Mei 2018.

sumber : https://www.aa.com.tr/id/dunia/as-jatuhkan-sanksi-pada-17-perusahaan-iran-di-sektor-logam/2099648

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement