Rabu 24 Feb 2021 13:29 WIB

Sampah Bambu Sumbat Aliran Sungai Cikeas di Kota Bekasi

Sampah bambu biasanya menumpuk dan menyumbat aliran sungai di Bendung Kodja.

Rep: Antara/ Red: Erik Purnama Putra
Petugas gabungan membersihkan tumpukan sampah yang menyumbat aliran air Sungai Cikeas, di kawasan Jatiasih, Kota Bekasi, Jawa Barat, Selasa (15/10/2019).
Foto: Antara/Risky Andrianto
Petugas gabungan membersihkan tumpukan sampah yang menyumbat aliran air Sungai Cikeas, di kawasan Jatiasih, Kota Bekasi, Jawa Barat, Selasa (15/10/2019).

REPUBLIKA.CO.ID, BEKASI -- Tumpukan sampah bambu kembali menyumbat aliran Sungai Cikeas di Kelurahan Jatisari, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, Jawa Barat yang berbatasan dengan Perumahan Vila Nusa Indah (VNI) III, Desa Bojongkulur, Kecamatan Gunungputri, Kabupaten Bogor.

Ketua Komunitas Peduli Sungai Cileungsi-Cikeas (KP2C) Puarman, mengatakan, sampah bambu biasanya menumpuk dan menyumbat aliran sungai di Bendung Kodja. Namun akibat hujan lebat beberapa hari lalu, gunungan sampah bambu sudah mulai menyumbat aliran sungai di kawasan Perumahan VNI III. "Beberapa kilometer sebelum Bendung Kodja," katanya di Bekasi, Rabu (24/2).

Bambu yang tumbuh di bibir sungai itu, kata dia, terbawa arus air saat sungai meninggi. Karena jumlahnya banyak, akhirnya menyumbat aliran Sungai Cikeas yang lebarnya tidak lebih dari 10 meter.

Menurut Puarman, tumpukan sampah bambu itu semakin menggunung karena di wilayah tersebut juga terjadi longsor. Lokasi itu menjadi tempat rumpun bambu akibat meningginya air sungai, dampak curah hujan yang tinggi.

Puarman menuturkan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi telah melakukan upaya pembersihan sampah bambu dengan melibatkan 15 personel anggota Tim Katak dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) sejak Rabu pagi. Dia berharap dalam dua hari ke depan sampah bambu tersebut bisa diatasi oleh Tim Katak DLH Kota Bekasi.

"Guna kelancaran kegiatan bebersih tersebut, kami ikut berkontribusi dalam bentuk konsumsi," ujar Puarman.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement