Sabtu 06 Mar 2021 02:09 WIB

AS Tambahkan 2 Kementerian Myanmar ke Daftar Hitam

Lebih dari 50 orang tewas selama aksi protes antikudeta di Myanmar

Red: Nur Aini
Amerika Serikat memperketat aturan ekspor untuk Myanmar sebagai respons atas tindakan kekerasan negara itu terhadap para demonstran pro-demokrasi.
Amerika Serikat memperketat aturan ekspor untuk Myanmar sebagai respons atas tindakan kekerasan negara itu terhadap para demonstran pro-demokrasi.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Amerika Serikat memperketat aturan ekspor untuk Myanmar sebagai respons atas tindakan kekerasan negara itu terhadap para demonstran pro-demokrasi.

Biro Industri dan Keamanan Departemen Perdagangan AS menambahkan empat entitas termasuk Kementerian Pertahanan dan Kementerian Dalam Negeri Myanmar dan dua konglomerat ke daftar hitam perdagangannya.

Baca Juga

"Artinya, permohonan izin untuk ekspor dan ekspor ulang barang-barang akan lebih ketat. AS berdiri bersama rakyat Burma dan mengutuk kekerasan oleh militer Burma ke pengunjuk rasa damai," kata departemen itu dalam sebuah pernyataan.

"Kami tidak akan mengizinkan militer Burma untuk terus mendapatkan keuntungan dari akses ke barang-barang AS. Perdagangan sedang meninjau sanksi tambahan. Pemerintah AS akan terus meminta pertanggungjawaban para pelaku kudeta," tambah departemen.

Lebih dari 50 orang tewas selama aksi protes antikudeta di Myanmar sejak junta mengambil alih kekuasaan pada 1 Februari. Dewan Keamanan PBB akan mengadakan sidang tertutup pada Jumat (5/3) dan AS mendesak negara-negara anggota PBB untuk bersatu menjelang pertemuan tersebut.

sumber : https://www.aa.com.tr/id/dunia/as-tambahkan-2-kementerian-myanmar-ke-daftar-hitam-perdagangannya/2165897
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement