Rabu 10 Mar 2021 07:10 WIB

Setelah 17 Tahun, Joachim Loew Tinggalkan Timnas Jerman

Loew akan tinggalkan timnas Jerman setelah Euro 2020 yang berlangsung Juni-Juli 2021.

Rep: Muhammad Ikhwanuddin/ Red: Israr Itah
Pelatih kepala Jerman Joachim Loew.
Foto: EPA-EFE/Marcus Brandt
Pelatih kepala Jerman Joachim Loew.

REPUBLIKA.CO.ID, BERLIN -- Joachim Low memastikan bakal hengkang dari kursi kepelatihan timnas Jerman setelah Euro 2020, Juli 2021 mendatang. Loew sudah mengabdi selama 17 tahun untuk memoles Die Mannschaft.

Loew mengawali karier kepelatihannya di timnas Jerman sebagai asisten pada 2004. Ia lalu dipilih menjadi pelatih kepala mulai 2006 hingga pertengahan tahun ini.

Baca Juga

Selama mengarsiteki Jerman, ia berhasil mempersembahkan satu gelar Piala Dunia 2014, Piala Konfederasi 2017, dan sempat membawa Jerman runner-up di Euro 2008. 

"Saya benar-benar yakin untuk mengambil langkah ini dengan rasa bangga dan bersyukur. Namun, pada saat yang sama masih ada motivasi untuk menyambut turnamen Eropa sebentar lagi," kata Loew seperti dilansir Marca, Rabu (10/3). 

Loew mengaku bekerja untuk timnas Jerman merupakan sebuah kebanggaan baginya. Ia bahagia bisa mewakili negaranya selama belasan tahun sebagai juru taktik. 

"Kami sudah mengalami berbagai kejayaan dan kekalahan yang menyakitkan bersama. Namun, di atas itu semua, momen paling indah tidak hanya menjuarai Piala DUnia 2014 di Brasil," ujarnya. 

Baca juga : Robinho Dijatuhi Hukuman 9 Tahun karena Kasus Perkosaan

"Saya berterima kasih kepada DFB (Federasi Sepak Bola Jerman) yang selalu mendukung saya untuk membangun suasana yang optimal untuk bekerja."

Presiden DFB Fritz Keller mendukung keputusan Loew yang akan undur diri meski kontraknya masih tersisa hingga 2022. 

"Saya sangat menghormati keputusan Loew. Ia salah satu pelatih terbaik dalam dunia sepak bola dan sudah membangun timnas Jerman selama bertahun-tahun, sekaligus meraih gelar tertinggi dalam kejuaraan sepak bola internasional," kata dia.

Menurut Keller, Loew bukan hanya harus dihormati karena pencapaiannya dalam olahraga, melainkan juga rasa empati dan kemanusiaannya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement