Selasa 30 Mar 2021 01:23 WIB

Kapal yang Blokir Terusan Suez Bergeser Sebagian

Lalu lintas laut melalui kanal dimulai kembali setelah kapal diarahkan ke area danau.

Rep: Dwina agustin/ Red: Friska Yolandha
Kapal MV Ever Given yang melintang di terusan Suez, Mesir.
Foto: Anadolu Agency
Kapal MV Ever Given yang melintang di terusan Suez, Mesir.

REPUBLIKA.CO.ID, ISMAILIA -- Otoritas Terusan Suez (SCA) menyatakan, kapal kontainer besar yang memblokir Terusan Suez Mesir selama hampir seminggu telah diapungkan sebagian, Senin (29/3). Lalu lintas laut melalui kanal akan dimulai kembali setelah kapal diarahkan ke area danau.

Ever Given dapat sedikit bergeser setelah pengerukan dan penggalian lebih lanjut selama akhir pekan. Petugas penyelamat dari SCA dan tim dari perusahaan Belanda, Smit Salvage, bekerja untuk membebaskan kapal menggunakan kapal penarik pada dini hari Senin.

SCA mengatakan, Ever Given sebagian besar telah diluruskan di sepanjang tepi timur kanal. Operasi penarikan lebih lanjut akan dilanjutkan setelah air pasang naik pada Senin.

Ketua SCA, Osama Rabie, setidaknya 369 kapal sedang menunggu untuk transit di kanal, termasuk puluhan kapal kontainer, kapal curah, kapal tanker minyak dan kapal gas alam cair (LNG) atau gas alam cair (LPG). "Sangat mungkin bahwa pada hari ini kegiatan pengiriman tengah hari akan dilanjutkan, Insya Allah. Kami tidak akan menyia-nyiakan satu detik," kata Rabie kepada televisi pemerintah Mesir.

SCA mengatakan, lalu lintas yang sempat tertahan dapat mulai kembali melalui kanal setelah Ever Given dibebaskan. Rabie mengatakan perlu waktu dua setengah hingga tiga hari untuk menyelesaikan pekerjaan.

Tapi, grup pengiriman Maersk mengatakan, gangguan tak langsung pada pengiriman global bisa memakan waktu berminggu-minggu atau berbulan-bulan untuk terurai. "Kami memiliki gerakan, yang merupakan kabar baik. Namun, saya tidak akan mengatakan itu sesuatu yang mudah dicapai sekarang," ujar CEO dari perusahaan induk Smit Salvage Boskalis, Peter Berdowski.

Untuk mencapai target tersebut, Berdowski menjelaskan, air bertekanan tinggi akan disuntikkan di bawah haluan kapal yang masih macet. Cara ini untuk menghilangkan pasir dan tanah liat tetapi jika itu tidak berhasil, kontainer mungkin harus dikeluarkan dari kapal dan akan menyebabkan penundaan yang cukup lama. 

sumber : Reuters
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement