Rabu 31 Mar 2021 09:32 WIB

Laporan HAM AS Serang China dan Rusia

AS kembali menegaskan, China melakukan kejahatan kemanusiaan di Xinjiang.

Rep: Lintar Satria/ Red: Teguh Firmansyah
Seorang pengunjuk rasa dari komunitas Uighur yang tinggal di Turki, memegang plakat anti-China selama protes di Istanbul, Kamis, 25 Maret, menentang kunjungan Menlu China Wang Yi ke Turki. Ratusan warga Uighur melakukan protes di Istanbul dan ibu kota Ankara, mengecam kunjungan Wang Yi ke Turki dan menuntut pemerintah Turki mengambil sikap yang lebih kuat terhadap pelanggaran hak asasi manusia di wilayah Xinjiang di barat jauh China.
Foto:

Navalny

Sementara dalam laporan itu AS menekankan upaya Rusia meracuni oposisi pemerintah Alexei Navalny yang kini dipenjara usai menjalani pengobatan di Jerman. Laporan itu mengatakan ada laporan kredibel yang mengindikasikan petugas dari badan intelijen Rusia, Federal Security Service (FSB) meracuni Navalny.

Departemen Luar Negeri AS juga menyinggung pelanggaran HAM di Ethiopia. Dalam laporan itu Washington mengatakan pemerintah Ethiopia tidak menghukum pejabat pemerintah yang melanggar HAM sehingga 'menghasil impunitas pada pelakunya'.

Dalam laporan itu Washington mengatakan pembatasan akses ke wilayah Tigray tempat ribuan orang terbunuh dan ratusan ribu lainnya terpaksa mengungsi juta menyulitkan proses menentukan pelanggaran HAM. PBB sudah mengangkat isu pelanggaran HAM berat di Tigray.

Blinken menggambarkan aksi kekerasan yang terjadi di wilayah itu sebagai pembersihan etnis. Ethiopia membantah dengan keras tuduhan tersebut. Blinken juga mengatakan Departemen Luar Negeri AS juga akan kembali membahas topik kesehatan reproduksi dalam laporan itu. Topik ini dihapus oleh pemerintahan mantan Presiden Donald Trump.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Terkait
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement