Jumat 02 Apr 2021 23:12 WIB

Dijual: Paket Perjalanan Wisata ke Rusia Plus Vaksinasi Sputnik V

Agen wisata telah bisa menjual perjalanan untuk vaksinasi ke Moskow.

Rep: deutsche welle/ Red: deutsche welle
Dijual: Paket Perjalanan Wisata ke Rusia Plus Vaksinasi Sputnik V
Dijual: Paket Perjalanan Wisata ke Rusia Plus Vaksinasi Sputnik V

Frustrasi karena lambannya pemerintah dalam memberikan vaksinasi antivirus corona, sejumlah warga Jerman mulai berpaling ke negara-negara lain, termasuk Rusia, agar bisa segera mendapatkan vaksin.

Pelancong pertama dari Jerman yang diorganisasi oleh agen perjalanan asal Norwegia, World Visitor, dijadwalkan akan tiba di Moskow untuk suntikan dosis pertama Sputnik V pada 8 April. Sementara untuk dosis kedua, para turis dijadwalkan tiba beberapa minggu kemudian.

Selain dengan World Visitor, DW juga berbicara dengan agen perwakilan dari EurAsian Travel yang berpusat di Italia yang tengah mempelajari logistik perjalanan untuk vaksinasi.

Paket perjalanan yang ditawarkan oleh World Visitor meliputi dua kali perjalanan singkat selama empat hari ke Moskow, dengan satu hari jalan-jalan, plus dapat suntikan vaksin virus corona buatan Rusia, Sputnik V. Demikian diiklankan oleh agen wisata World Visitor kepada para pelancong yang haus akan perlindungan vaksin.

Harga tur paket vaksin COVID-19 berkisar antara 1.200 hingga 3.000 euro (sekitar Rp 20-51 juta) per orang. Para pelancong tidak akan dikenai tagihan sampai mereka secara resmi menerima visa Rusia. Karena negara-negara di Eropa menghadapi kekurangan vaksin, prospek perjalanan imunisasi ini diperkirakan akan bisa memikat banyak turis - bahkan dengan kenyataan belum disetujuinya vaksin Sputnik V Rusia badan pengawat obat Uni Eropa, European Medicines Agency (EMA).

Paket wisata diminati warga Jerman yang ingin segera divaksin

Elisabeth Straub, seorang copywriter berusia 56 tahun yang tinggal di Berlin, adalah satu di antara ratusan orang Jerman yang berencana pergi ke Moskow untuk divaksin. "Saat pandemi, orang tidak usah berpikir terlalu politis," ujar Straub kepada DW. "Malahan, seharusnya berpikir tentang bagaimana membuat semua orang bisa divaksinasi secepat mungkin untuk mengekang pandemi."

Sementara Manfred L., dari Mainz, Jerman, mengatakan bahwa permainan "kotor" antara pemerintah dengan industri farmasi telah meyakinkannya untuk tetap melakukan perjalanan ke Rusia.

"Ini tentang saya sekarang," ujarnya sambil menambahkan: "Saya takut jika COVID menyerang, saya akan benar-benar tumbang."

Manfred mengatakan dia dihujani kritik oleh teman dan keluarga dan tidak ingin namanya dipublikasikan karena takut akan reaksi publik, termasuk karena telah membayar untuk dapat vaksinasi sebelum tiba gilirannya.

Dukungan dari balik layar

Para pejabat di Rusia belum secara resmi memberikan lampu hijau bagi wisatawan yang akan terbang untuk melakukan vaksinasi. Faktanya, perbatasan masih ditutup bagi warga negara di sebagian besar negara UE - termasuk Jerman.

"Sejauh ini belum ada program untuk memvaksinasi wisatawan di Rusia," kata Menteri Kesehatan Rusia, Mikhail Murashko, pada 22 Maret lalu. Ia menambahkan, vaksin tersebut hanya untuk warga Rusia.

Namun di belakang layar, para pejabat Rusia tampaknya mendorong untuk mengizinkan orang yang bukan warga negara agar melakukan perjalanan untuk divaksinasi di Rusia. Front Rakyat Seluruh Rusia, sebuah koalisi organisasi politik publik yang didirikan dan dipimpin oleh Presiden Rusia Vladimir Putin, diketahui secara aktif terlibat dalam perencanaan perjalanan tur vaksinasi.

Grup ini juga memberikan surat dukungan (yang telah dilihat oleh DW) untuk kelancaran perjalanan. Surat ini membantu mengamankan aplikasi visa ke Rusia.

Menurut dokumen tersebut, vaksinasi untuk "warga negara Rusia dan asing" ini adalah inisiatif dari "rumah sakit klinik pusat Departemen Administrasi Presiden Federasi Rusia" dan Badan Medis-Biologi Federal, sebuah lembaga kesehatan masyarakat nasional.

Wisata vaksinasi hanya perlu bayar biaya penerbangan

Front Rakyat Seluruh Rusia juga mendukung tur vaksinasi oleh World Visitor bagi warga Rusia yang tinggal di Jerman. Faktanya, 40 warga Rusia yang pertama tiba minggu depan hanya perlu membayar untuk penerbangan. Hotel, transportasi di sekitar Moskow, dan biaya medis lainnya telah digratiskan. Tidak jelas siapa yang menanggung biaya-biaya ini.

Menanggapi permintaan DW untuk komentar, Valery Groyukhanov, koordinator Front Rakyat Seluruh Rusia, mengonfirmasi bahwa organisasi tersebut membantu warga Rusia yang tinggal di Jerman mendapatkan suntikan vaksin.

Sementara Albert Sigl, salah satu pemilik agen perjalanan World Visitor, mengatakan kepada DW bahwa perjalanan awal akan mendapat banyak liputan dari pers. Karena itu, para wisatawan akan dibagi ke dalam dua grup, yakni satu "grup pers" yang tidak keberatan mendapatkan perhatian media dan grup satu lagi untuk mereka yang ingin tidak terlihat oleh publik.

Kepentingan ekonomi tampaknya menjadi faktor utama dalam menawarkan tur vaksinasi, yang disebut-sebut berpotensi menyelamatkan sektor pariwisata Rusia. "Konsep ini akan memungkinkan Aeroflot menerbangkan kembali semua pesawatnya," kata Sigl.

(Ed: ae/rap)

Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan deutsche welle. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab deutsche welle.
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement