Selasa 06 Apr 2021 10:31 WIB

AS Ingin Pimpin Upaya Vaksinasi Covid-19 Global

S tidak akan pernah aman dari virus corona sebelum seluruh dunia juga divaksinasi

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Nur Aini
Di depan bendera Amerika, perawat Lillian Wirpsza, kiri, memberikan vaksin COVID-19 kepada Shylee Stewart, perawat persalinan dan persalinan di Rumah Sakit Universitas George Washington, Senin, 14 Desember 2020 di Washington.
Foto: AP/Jacquelyn Martin/AP Pool
Di depan bendera Amerika, perawat Lillian Wirpsza, kiri, memberikan vaksin COVID-19 kepada Shylee Stewart, perawat persalinan dan persalinan di Rumah Sakit Universitas George Washington, Senin, 14 Desember 2020 di Washington.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken mengatakan negaranya harus memimpin upaya vaksinasi Covid-19 untuk seluruh warga dunia. Menurutnya, AS tidak akan pernah aman dari virus corona sebelum dunia telah mencapai titik serupa.

Blinken mengungkapkan itu bakal menjadi operasi global yang belum pernah terjadi sebelumnya. "Kami memiliki kewajiban kepada negara-negara lain untuk mengendalikan virus di sini, di AS. Tetapi segera AS perlu meningkatkan pekerjaannya dan meningkatkan kesempatan di seluruh dunia, karena sekali lagi, hanya dengan menghentikan Covid-19 secara global, warga Amerika akan menjadi aman dalam jangka panjang," katanya saat berbicara di Departemen Luar Negeri pada Senin (5/4).

Baca Juga

Blinken mengisyaratkan AS siap mengalihkan distribusi vaksinnya ke negara-negara di seluruh dunia. Dia menyatakan AS "tidak akan menukar senjata untuk kepentingan politik". "Ini tentang menyelamatkan nyawa. Kami akan memperlakukan negara-negara mitra kami dengan hormat," ujarnya.

Dia pun berjanji tidak akan memberikan janji berlebihan dan kurang memuaskan kepada negara lain. "Kami akan mempertahankan standar tinggi untuk vaksin yang kami bantu berikan kepada orang lain, hanya mendistribusikan yang terbukti aman dan efektif. Kami akan bersikeras pada pendekatan berdasarkan keadilan," ucap Blinken.

AS saat ini telah menyetujui tiga vaksin secara darurat untuk didistribusikan. Mereka adalah Pfizer-BioNTech, Moderna, dan Johnson & Johnson. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS, sejauh ini sebanyak 167 juta dosis vaksin telah diberikan kepada warga Amerika.

Baca juga : Mutasi di Polri, Komjen Petrus Golose tak Lagi di BNN

AstraZeneca menjadi vaksin keempat yang akan menjalani peninjauan dan pemeriksaan di AS. Pekerjaan itu bakal dilakukan Food and Drug Administration pada paruh pertama April. Saat ini AstraZeneca tengah disorot karena penemuan kasus pembekuan darah pada sejumlah orang yang menerima dosisnya.

Sejauh ini AS telah mencatatkan lebih dari 30,7 juta kasus Covid-19 dan 555 ribu kematian. Sementara secara global, dunia sudah melaporkan setidaknya 131 juta kasus Covid-19 dengan korban meninggal mencapai 2,8 juta jiwa. 

sumber : Reuters

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement