Selasa 13 Apr 2021 16:13 WIB

Rusia Siap Bantu Iran Produksi Vaksin Sputnik V

Lebih dari 500 ribu dosis Sputnik V telah dikirim ke Iran.

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Nur Aini
Vaksin Rusia Sputnik V
Foto: EPA-EFE/Maxim Shipenkov
Vaksin Rusia Sputnik V

REPUBLIKA.CO.ID, MOSKOW -- Menteri Luar Negeri (Menlu) Rusia Sergey Lavrov mengatakan negaranya akan terus membantu Iran memerangi pandemi Covid-19. Moskow pun siap memfasilitasi produksi vaksin Sputnik V di negara tersebut.

Lavrov mengungkapkan, lebih dari 500 ribu dosis Sputnik V telah dikirim ke Iran. "Teman-teman Iran kami hari ini mengonfirmasi bahwa vaksin tersebut terbukti efektif. Kami siap untuk terus membantu tetangga kami dalam memerangi pandemi, terutama meluncurkan produksi vaksin di Iran," kata Lavrov dalam sebuah konferensi pers seusai melakukan pembicaraan dengan Menlu Iran Mohammad Javad Zarif pada Selasa (13/4), dikutip laman kantor berita Rusia, TASS.

Baca Juga

Iran menerima gelombang pertama Sputnik V pada 4 Februari lalu. Mereka kemudian meluncurkan vaksinasi gratis dan sukarela pada 9 Februari. Pada 1 April, gelombang kelima pengiriman Sputnik V tiba di negara tersebut. Pada Februari lalu Duta Besar Iran untuk PBB Majid Takht-Ravanchi mengkritisi kampanye vaksinasi di negara-negara Barat yang telah mencakup jutaan warga. Dalam konteks ini, dia membandingkan banyaknya negara-negara berkembang yang masih bergulat dengan pandemi Covid-19 dengan sedikit vaksinasi.

"Tidak ada yang aman di mana pun di dunia sampai semua orang kebal terhadap virus, terutama karena mutasi baru dari virus corona menyebar begitu cepat," kata Takht-Ravanchi dalam pertemuan virtual di Dewan Keamanan PBB tentang Covid-19 pada 17 Februari lalu, dikutip laman Mehr News Agency.

Dia berpendapat penanganan pandemi Covid-19 membutuhkan kerja sama internasional. Salah satu yang perlu dilakukan adalah pendistribusian vaksin secara adil. “Covid-19 adalah musuh bersama umat manusia dan menargetkan mereka tanpa memandang ras, agama dan kebangsaan. Untuk melawannya, kerja sama praktis dan solidaritas dari semua bangsa adalah suatu kebutuhan," ucapnya.

Sejauh ini Iran telah mencatatkan lebih dari dua juta kasus Covid-19 dengan korban meninggal mencapai 64.764 jiwa. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement