REPUBLIKA.CO.ID, TAIPEI -- Pemerintah Taiwan mengimbau warga agar menghindari belanja secara berlebihan dengan membeli mie instan dan kertas toilet ketika pembatasan sosial baru mulai diberlakukan. Pemerintah memberlakukan pembatasan sosial untuk mengendalikan penyebaran Covid-19.
Taiwan menaikkan tingkat kewaspadaan virus corona di ibu kota, Taipei, dan kota sekitarnya pada Sabtu (15/5). Taiwan memberlakukan pembatasan selama dua minggu dan menutup sejumlah bisnis.
Taiwan menemukan penularan virus corona secara domestik. Dalam sebuah pidato pada Sabtu malam, presiden, perdana menteri dan kementerian ekonomi mengatakan, warga tidak perlu menimbun atau bergegas untuk membeli barang-barang kebutuhan pokok, terutama mie instan dan tisu toilet.
"Setelah lebih dari setahun persiapan, bahan-bahan anti-pandemi negara, barang-barang sipil dan bahan-bahan mentah sudah mencukupi, dan toko-toko juga beroperasi seperti biasa untuk mengisi kembali barang-barang," kata Presiden Tsai Ing-wen.
Jaringan supermarket Prancis Carrefour mengatakan, pihaknya membatasi pembelian barang-barang seperti masker dan mie instan di Taiwan. Carrefour meminta orang untuk hanya membeli barang yang mereka butuhkan.
Kementerian Ekonomi menunjukkan foto gudang dengan tumpukan kardus mie instan yang menjulang tinggi. Selain itu, ada pula pasokan tisu toilet dan makanan kaleng. Hal ini menunjukkan bahwa persediaan bahan pokok selama penguncian di Taiwan telah aman.
Meskipun tidak memerintahkan penguncian total, pemerintah mendesak seluruh warga untuk tinggal di rumah. Sementara Kementerian Kesehatan mengeluarkan maskot anjing shiba inu yang disebut Zongchai, untuk memperkuat pesan di media sosial.
"Ikuti Zongchai dan tinggallah di rumah," kata Kementerian Kesehatan menunjukkan gambar anjing yang sedang berbaring di lantai.