Rabu 19 May 2021 14:19 WIB

Menlu Retno ke New York Desak PBB Atasi Krisis di Palestina

Menlu Retno akan menghadiri sidang Majelis Umum PBB.

Rep: Fergi Nadira/ Red: Teguh Firmansyah
Konferensi pers Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno Marsudi usai pertemuan Organisasi Kerja Islam (OKI), Ahad (16/5).
Foto: dok Kemenlu RI/Fergi
Konferensi pers Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno Marsudi usai pertemuan Organisasi Kerja Islam (OKI), Ahad (16/5).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno Marsudi bertolak ke New York pada Rabu (19/5) dini hari untuk menghadiri pertemuan tentang krisis Israel-Palestina di sidang Majelis Umum PBB. Majelis Umum PBB akan melangsungkan pertemuan tersebut pada Kamis (20/5) waktu setempat.

"Betul, Ibu Menlu menuju New York dini hari tadi untuk hadiri General Assembly Joint Debate under agenda item 37 (the Situation in Middle East) and 38 (the Question of Palestine)," ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI Teuku Faizasyah ketika ditanya Republika.co.id, tentang keberangkatan tersebut, Rabu (19/5).

Baca Juga

 

Majelis Umum PBB bakal menggelar pertemuan guna membahas pertempuran antara Israel dan Palestina, Kamis (20/5) mendatang. Hal ini diumumkan Presiden Majelis Umum PBB, Volkan Bozkir.

Niger dan Aljazair, ketua Organisasi Kerja sama Islam dan Grup Arab di New York, meminta Majelis Umum yang beranggotakan 193 negara dan wilayah bertemu secara publik mengingat gravitasi situasi dan kemundurannya yang cepat.

Pada Ahad (16/5), Dewan Keamanan PBB telah menggelar debat terbuka tentang isu yang tengah memanas di kawasan Israel dan Palestina. Saat itu, RI menyerukan agar PBB dengan segera mengambil langkah cepat untuk meredakan situasi ini, menghentikan tindakan penggusuran, dan memastikan agar Israel mematuhi aturan hukum internasional dan resolusi Dewan Keamanan PBB yang berlaku.

Presiden RI Joko Widodo juga sudah secara tegas meminta agar agresi yang dilakukan oleh Israel ke Palestina segera dihentikan karena hingga kini telah menimbulkan ratusan korban jiwa, termasuk perempuan dan anak-anak. Presiden telah intens berkomunikasi dengan sejumlah pemimpin dunia.

Pernyataan bersama Presiden RI, Sultan Brunei Darussalam Hasanal Bolkiah dan Perdana Menteri Malaysia Tan Sri Muhyidin Yassin juga telah dikeluarkan untuk mengutuk Israel. "Sore ini, bersama Perdana Menteri Malaysia dan Sultan Brunei Darussalam, kami merilis Joint Statement on the Escalation of Violence by Israel in the Occupated Palestory Territory (16/5)," tulis Presiden RI di akun resmi Twitter.

"Kami mengutuk keras pelanggaran dan agresi terang-terangan yang dilakukan Israel secara berulang terhadap warga sipil di seluruh wilayah Palestina, khususnya di Yerusalem Timur dan Jalur Gaza, yang telah membunuh, melukai, dan menyebabkan penderitaan bagi banyak orang, termasuk perempuan dan anak-anak," tulis pernyataan bersama tersebut.

Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan, bahwa sejak pertempuran terjadi pada 10 Mei lalu, sedikitnya 207 warga Palestina gugur, termasuk 59 anak-anak dan 35 perempuan. Sementara di pihak Israel, sedikitnya 12 orang tewas dalam serangan roket, termasuk seorang anak berusia enam tahun.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement