Jumat 21 May 2021 18:43 WIB

Israel dan Hamas Gencatan Senjata, Ini Respons China

China siap memberikan bantuan finansial dan vaksin Covid-19 untuk Palestina.

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Teguh Firmansyah
Warga Palestina di atas kereta keledai melewati kehancuran yang disebabkan oleh serangan udara Israel di kamp pengungsi Jabaliya, Jalur Gaza utara, Kamis, 20 Mei 2021.
Foto: AP/Khalil Hamra
Warga Palestina di atas kereta keledai melewati kehancuran yang disebabkan oleh serangan udara Israel di kamp pengungsi Jabaliya, Jalur Gaza utara, Kamis, 20 Mei 2021.

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- China menyambut kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hamas. Beijing berharap aksi kekerasan dapat dihentikan dan para pihak terkait kembali ke pembicaraan damai.

"China menyambut baik gencatan senjata antara kedua belah pihak dalam konflik Palestina-Israel, dan berharap pihak-pihak terkait akan sungguh-sungguh melaksanakan gencatan senjata serta penghentian kekerasan," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijian dalam konferensi pers, Jumat (21/5), dikutip laman Al Arabiya.

Baca Juga

China berharap, setelah gencatan senjata, para pihak terkait dapat memulai pembicaraan damai. “Komunitas internasional harus mendorong dimulainya kembali pembicaraan damai antara Palestina dan Israel, serta mencapai solusi yang komprehensif, adil, dan langgeng untuk masalah Palestina berdasarkan solusi dua negara,” ujar Zhao.

Zhao menekankan China bersedia bekerja dengan komunitas internasional guna meredam ketegangan Israel dengan Palestina. Pada kesempatan itu, Zhao mengungkapkan China bakal memberikan bantuan darurat senilai 1 juta dolar AS kepada Palestina. Beijing pun mengalokasikan 1 juta dolar AS lainnya untuk upaya PBB membantu Palestina.

Selain itu, China akan memberikan 200 ribu dosis vaksin Covid-19 ke Palestina. Setelah 10 hari pertempuran, Israel dan Hamas akhirnya menyepakati gencatan senjata. Hal itu mulai berlaku pada Jumat (21/5), tepatnya pukul 02:00 waktu setempat. Warga Gaza menyambut gembira kesepakatan tersebut.

Sejak 10 Mei lalu, Israel melancarkan agresi ke Jalur Gaza. Aksi itu dilakukan sebagai respons atas serangan roket yang diluncurkan Hamas. Peluncuran roket itu merupakan respons Hamas atas aksi kekerasan yang dilakukan aparat keamanan Israel kepada warga Palestina di sekitar kompleks Masjid Al-Aqsa.

Sejauh ini, setidaknya 232 warga Palestina di Gaza, 65 di antaranya anak-anak, tewas akibat serangan Israel. Sementara serangan Hamas telah menyebabkan 12 warga Israel tewas. 

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement