Rabu 26 May 2021 06:23 WIB

AS akan Buka Kembali Konsulat di Yerusalem

AS juga memberikan USD 5,5 juta dalam bentuk bantuan keuangan darurat ke Jalur Gaza

Rep: Zainur Mahsir Ramadhan/ Red: Christiyaningsih
Presiden Palestina Mahmoud Abbas (kanan) dan Menlu AS Antony Blinken dalam konferensi pers di Ramallah, Selasa (25/5).
Foto: EPA/Majdi Mohammed
Presiden Palestina Mahmoud Abbas (kanan) dan Menlu AS Antony Blinken dalam konferensi pers di Ramallah, Selasa (25/5).

REPUBLIKA.CO.ID, YERUSALEM — Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Anthony Blinken mengatakan, Washington berencana membuka kembali konsulatnya di Yerusalem dan memulihkan hubungan dengan Palestina. Pernyataan itu menyusul pertemuannya dengan Presiden Palestina Mahmoud Abbas di Ramallah sebagai bagian dari kunjungan resmi ke Palestina.

Blinken mengatakan, AS juga akan memberikan 5,5 juta dolar AS dalam bentuk bantuan keuangan darurat ke Jalur Gaza dan 32 juta dolar AS untuk mendukung organisasi bantuan internasional. "Kami akan terus menentang praktik sepihak yang mengarah pada kekerasan lebih lanjut antara Israel dan Palestina," katanya dikutip Anadolu Rabu (26/5).

Baca Juga

Blinken tiba di Israel pada Selasa (25/5) pagi dalam perhentian pertama dari tur Timur Tengah pertamanya sejak menjabat. Dalam kunjungan itu, bersama Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, dia mengadakan pembicaraan tentang sejumlah masalah regional, termasuk kesepakatan gencatan senjata baru-baru ini di Jalur Gaza dan Iran.

Menurut juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Ned Price, setelah pertemuannya dengan Netanyahu, Blinken bertemu dengan pejabat senior Israel, termasuk Presiden Reuven Rivlin dan Menteri Luar Negeri Gabi Ashkenazi. Blinken juga akan bertemu Perdana Menteri Palestina Mohammad Shtayyeh dan pejabat senior dari Otoritas Palestina, sebelum menuju ke Kairo, Mesir, dan Amman, Yordania.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement