Rabu 02 Jun 2021 09:30 WIB

Bandara Purbalingga Aktif, Penerbangan Komersial Mulai Besok

Citilink maskapai pertama yang melakukan penerbangan komersial di bandara Purbalingga

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Nidia Zuraya
Pesawat ATR-72 milik maskapai penerbangan Citilink mendarat di Bandara Jenderal Besar Soedirman, Purbalingga, Jateng, Selasa (1/6/2021). Maskapai penerbangan Citilink melakukan proving flight pesawat ATR-72 rute Surabaya-Purbalingga, dengan kapasitas 70 penumpang, sebagai simulasi akhir persiapan operasional komersial Bandara Jenderal Besar Soedirman Purbalingga.
Foto: ANTARA/Idhad Zakaria
Pesawat ATR-72 milik maskapai penerbangan Citilink mendarat di Bandara Jenderal Besar Soedirman, Purbalingga, Jateng, Selasa (1/6/2021). Maskapai penerbangan Citilink melakukan proving flight pesawat ATR-72 rute Surabaya-Purbalingga, dengan kapasitas 70 penumpang, sebagai simulasi akhir persiapan operasional komersial Bandara Jenderal Besar Soedirman Purbalingga.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Angkasa Pura (AP) II (Persero) mengumumkan aktifnya Bandara Jenderal Besar Soedirman di Purbalingga, Jawa Tengah pada 1 Juni 2021. Degan aktifnya bandara tersebut, dipastikan operasional penerbangan komersial perdana dapat dilakukan besok (3/6). 

"Alhamdulillah, Citilink menjadi maskapai pertama yang mencatat sejarah melakukan penerbangan komersial di Bandara Jenderal Besar Soedirman yang Insya Allah akan beroperasi secara komersial pada 3 Juni," kata Direktur Utama Citilink Indonesia Juliandra dalam pernyataan tertulisnya, Selasa (1/6). 

Baca Juga

Juliandra memastikan, Citilink melakukan simulasi terakhir pada Selasa (1/6). Hal tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan seluruh operasional penerbangan penumpang di Bandara Jenderal Besar Soedirman sehingga pada saat 3 Juni 2021 pelayanan yang diberikan oleh Citilink maupun stakeholders lainnya sudah maksimal. 

"Citilink mengoperasikan rute Surabaya-Purbalingga dan Jakarta (Bandara Halim Perdanakusuma)-Purbalingga dua kali seminggu pada Kamis dan Sabtu menggunakan ATR 72-600," ungkap Juliandra. 

Sementara itu, Direktur Operasi Airnav Indonesia Mokhammad Khatim juga sudah memastikan kesiapannya. Khatim menuturkan prosedur terkait lalu lintas penerbangan di bandara tersebut sudah disiapkan dengan baik. 

Bandara Jenderal Besar Soedirman dibangun dari awal di atas lahan kosong oleh AP II sejak tiga tahun lalu. AP II memastikan bandara tersebut akan terus dikembangkan hingga memiliki terminal penumpang  berkapasitas 300 ribu penumpang pertahun. 

Direktur Utama AP II Muhammad Awaluddin mengatakan AP II bersama stakeholders sudah menggelar simulasi beberapa kali. Simulasi terakhir yang dilakukan kemarin, menurut Awaluddin dilakukan untuk memastikan kesiapan operasional bandara secara keseluruhan termasuk mencakup penerapan protokol keberangkatan dan kedatangan penumpang, pergerakan pesawat di sisi udara, operasional penerbangan, hingga terkait transportasi darat dan area komersial. 

"Simulasi yang dilakukan berkali-kali ini supaya bandara dapat memenuhi ketentuan khususnya terkait waktu proses pelayanan di setiap titik layanan," jelas Awaluddin. 

Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi mengatakan keberadaan Bandara Jenderal Besar Soedirman merupakan cita-cita masyarakat Purbalingga sejak lama. Dyah menhatakan mimpi besar yang dirintis dari 15 tahun lalu akhirnya terwujud. 

Dyah menuturkan bandara tersebut tidak hanya untuk masyarakat Kabupaten Purbalingga.“Bandara ini dibuat tidak hanya untuk masyarakat Kabupaten Purbalingga, tapi juga bagi masyarakat Kabupaten di Jawa Tengah bagian Selatan," ungkap Dyah.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement