Rabu 16 Jun 2021 12:33 WIB

Trump Sempat Tekan Departemen Kehakiman Selidiki Pemilu 2020

Trump dan sekutunya sempat menekan Departemen Kehakiman soal klaim curang pemilu

Rep: Lintar Satria/ Red: Christiyaningsih
Mantan Presiden AS Donald Trump dan sekutunya sempat menekan Departemen Kehakiman soal klaim curang pemilu. Ilustrasi.
Foto:

Di hari disahkannya Electoral College dan Barr mengatakan ia akan mengundurkan diri pada bulan itu, seorang asisten Trump di Gedung Putih mengirimkan email ke Rosen pada tanggal 14 Desember. Subjek email tersebut tertulis 'Dari Potus' singkatan dari president of the United States.

Rosen yang saat itu masih menjabat sebagai wakil jaksa agung akan diangkat sebagai jaksa agung setelah Barr mundur. Email tersebut berisi tuduhan kecurangan pemilu di Antrim County, Michigan. Tuduhan termasuk klaim seperti 'menutupi apa yang terjadi pada mesin suara di Michigan' dan 'Michigan tidak dapat mengesahkan Kemenangan Biden'.

Tidak lama setelah asisten Trump mengirimkan dokumen-dokumen tersebut, Donoghue mengirimkan dokumen yang sama ke jaksa-jaksa di distrik Timur dan Barat Michigan.

Pada 29 Desember asisten Trump kembali mengirimkan Rosen, Donoghue, dan Pelaksana Tugas Jaksa Agung Jeffery Wal sebuah email. Surat elektronik tersebut berisi rancangan gugatan hukum ke Mahkamah Agung dan nomor telepon yang dapat mereka hubungi untuk langsung berbicara dengan Trump.

Gugatan tersebut meminta Mahkamah Agung 'mendeklarasikan suara Electoral College' di negara-negara bagian yang gagal Trump menangkan 'tidak dapat dihitung'. Gugatan tersebut juga meminta pengadilan tinggi untuk menggelar pemungutan suara khusus di negara-negara bagian tersebut.

Salah satu tim Trump mengirimkan email ke pejabat senior Departemen Kehakiman mendesak mereka mengajukan gugatan tersebut. Email-email tersebut membuktikan pengacara itu berulang kali menghubungi penasihat senior Rosen dan pejabat Departemen Kehakiman lainnya. Mereka meminta untuk bertemu.

Pengacara itu mengatakan ia sedang menuju Kantor Pusat Departemen Kehakiman di Washington dari Maryland untuk bertemu Rosen sebab ia tidak bisa dihubungi.

"Seperti yang saya katakan di telepon, Presiden Amerika Serikat telah melihat gugatan ini dan tadi malam memerintahkan saya untuk memberi pengarahan ke Jaksa Agung Rosen secara langsung hari ini dan membahas tindakan ini. Saya diperintahkan untuk melapor langsung ke Presiden sore ini usai pertemuan ini," tulis pengacara itu di email.

sumber : AP
Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement