REPUBLIKA.CO.ID, BAGHDAD -- Sebanyak kurang lebih 14 roket menghantam pangkalan udara Irak yang menampung pasukan Amerika Serikat (AS) dan tentara internasional lainnya pada Rabu (7/7). Juru bicara koalisi Kolonel Angkatan Darat AS, Wayne Marotto, menyatakan, serangan di pangkalan udara Ain al-Asad di Irak barat melukai dua personel AS. Roket mendarat di pangkalan dan perimeternya.
Meskipun tidak ada yang mengeklaim tanggung jawab langsung atas serangan itu, para analis percaya bahwa itu adalah bagian dari serangan oleh milisi pro-Iran. Kelompok yang bersekutu dengan Iran bersumpah untuk membalas setelah serangan AS di perbatasan Irak-Suriah menewaskan empat anggota mereka bulan lalu.
Pasukan Demokratik Suriah yang didukung AS mengatakan, tidak ada kerusakan akibat serangan pesawat tak berawak di ladang minyak Al Omar di wilayah timur yang berbatasan dengan Irak itu. Pentagon mengatakan, sebuah pesawat tak berawak telah dijatuhkan di Suriah timur dan bahwa tidak ada personel AS yang terluka dan tidak ada kerusakan apa pun.
Menuut para pejabat militer Irak, laju serangan baru-baru ini terhadap pangkalan-pangkalan yang menampung pasukan AS dengan roket dan drone bermuatan bahan peledak belum pernah terjadi sebelumnya.
Sumber-sumber militer Irak mengatakan,sebuah peluncur roket yang dipasang di bagian belakang sebuah truk ditemukan di lahan pertanian terdekat yang terbakar.
Sehari sebelumnya, sebuah pesawat tak berawak menyerang bandara Erbil di Irak utara. Sumber keamanan Kurdi menyatakan, serangan ini menargetkan pangkalan AS di lapangan bandara. Tiga roket juga mendarat di Ain al-Asad pada awal pekan, tanpa menimbulkan korban.
AS mengatakan kepada Dewan Keamanan PBB pekan lalu, mereka menargetkan milisi yang didukung Iran di Suriah dan Irak. Mereka akan meluncurkan serangan udara untuk mencegah kelompok itu dan Teheran melakukan atau mendukung serangan lebih lanjut terhadap personel atau fasilitas Washington.
Iran membantah mendukung serangan terhadap pasukan AS di Irak dan Suriah dan mengutuk serangan udara AS terhadap kelompok-kelompok yang didukung Iran.