Sabtu 17 Jul 2021 11:06 WIB

Thailand Larang Kegiatan Libatkan Banyak Orang

Sebagian Bangkok dan sejumlah wilayah Thailand kembali jalani lockdown.

Thailand memberlakukan karantina menyusul kenaikan kasus Covid-19 di Bangkok dan sejumlah kawasan lain mulai 12 Juli 2021. Pembatasan kegiatan tersebut berlaku selama dua pekan.
Foto: EPA-EFE/NARONG SANGNAK
Thailand memberlakukan karantina menyusul kenaikan kasus Covid-19 di Bangkok dan sejumlah kawasan lain mulai 12 Juli 2021. Pembatasan kegiatan tersebut berlaku selama dua pekan.

REPUBLIKA.CO.ID, BANGKOK -- Thailand melarang penduduknya melakukan kegiatan yang melibatkan banyak orang di seluruh wilayah. Thailand tengah mempertimbangkan pembatasan yang lebih ketat.

Negara itu sudah menerapkan penguncian sebagian di Bangkok dan sembilan provinsi lain pekan ini. Gugus tugas Covid-19 Thailand melaporkan 10.082 kasus baru dengan 141 kematian, sehingga totalnya menjadi 391.989 kasus dan 3.240 kematian sejak awal pandemi.

Baca Juga

Larangan berkumpul telah diberlakukan dengan sanksi maksimal dua tahun penjara atau denda 40.000 bath (sekitar Rp 17,7 juta) atau dua-duanya, menurut pengumuman Royal Gazette yang disiarkan Jumat (16/7). Perdana Menteri Prayuth Chan-ocha mengatakan pemerintah tengah mempertimbangkan pembatasan lebih ketat untuk menghadapi wabah Covid-19 terburuk yang dipicu varian Alfa dan Delta sejak awal April itu.

"Ada kebutuhan untuk memperluas aturan yang membatasi pergerakan orang sebanyak mungkin dan menutup lebih banyak fasilitas di luar sektor esensial," kata Prayuth lewat halaman resminya di Facebook, dilansir dari Reuters, Sabtu (17/7).

Wilayah yang dianggap berisiko tinggi di Thailand telah menerapkan pembatasan paling ketat dalam setahun terakhir sejak Senin, melalui pembatasan pergerakan dan pengumpulan massa, penutupan mal dan tempat bisnis, dan pemberlakuan jam malam pukul 21.00-04.00.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement