Senin 26 Jul 2021 23:30 WIB

87 Persen Kasus Aktif Covid di Yogyakarta Jalani Isoman

Banyaknya pasien yang Isoman menyebabkan tingkat kematian tinggi.

Rep: Silvy Dian Setiawan/ Red: Teguh Firmansyah
Petugas menyiapkan fasilitas untuk isolasi pasien COVID-19 di Rusun ASN Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu Opak, Sleman, DI Yogyakarta, Kamis (15/7/2021). Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta mempersiapkan rumah susun aparatur sipil negara (ASN) Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu Opak di Provinsi DI Yogyakarta sebagai rumah sakit lapangan yang akan dilengkapi dengan perlengkapan untuk perawatan pasien COVID-19.
Foto: ANTARA/Hendra Nurdiyansyah
Petugas menyiapkan fasilitas untuk isolasi pasien COVID-19 di Rusun ASN Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu Opak, Sleman, DI Yogyakarta, Kamis (15/7/2021). Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta mempersiapkan rumah susun aparatur sipil negara (ASN) Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu Opak di Provinsi DI Yogyakarta sebagai rumah sakit lapangan yang akan dilengkapi dengan perlengkapan untuk perawatan pasien COVID-19.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Pasien Covid-19 yang melakukan isolasi mandiri (isoman) masih banyak di DIY. Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono menyebut, saat ini tercatat sekitar 28.993 orang yang menjalani isoman di rumah.

Sementara, kasus aktif yang ada di DIY per 26 Juli mencapai 33.253 kasus. Artinya, 87 persen dari total kasus aktif  hanya melakukan isolasi di rumah.

Baca Juga

Banyaknya pasien yang menjalani isoman juga menjadikan tingkat kematian tinggi. Hal ini dikarenakan kondisi pasien yang tidak terpantau dengan baik oleh petugas kesehatan saat menjalani isoman.

Pemda DIY pun membentuk satuan tugas (satgas) yang khusus untuk menekan kematian pasien Covid-19 saat menjalani isoman. Sultan menyebut, satgas ini terdiri dari dokter dan perawat yang berjumlah sekitar 100 orang.

"Seratus orang tenaga kesehatan ini untuk melakukan pemeriksaan dan pendampingan kepada warga isoman yang daftarnya sudah dipersiapkan oleh kabupaten/kota di DIY," kata Sultan di Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Senin (26/7).

Pemeriksaan dan pendamping terhadap pasien isoman ini dilakukan dengan berkeliling dari rumah ke rumah. Melalui upaya ini, kata Sultan, diharapkan kematian pasien saat isoman dapat ditekan.

"Pemeriksaan dan pendampingan dengan berkeliling dari rumah ke rumah di bawah koordinasi Danrem Pamungkas 072 bersama petugas puskesmas, babinsa dan babinkamtibmas," ujar Sultan.

Seperti diketahui, kematian pasien Covid-19 saat menjalani isoman di rumah terus meningkat di DIY. Hingga 25 Juli 2021 kemarin saja, Komandan TRC BPBD DIY, Wahyu Pristiawan Buntoro mengatakan, sudah tercatat lebih dari 400 pasien Covid-19 yang meninggal saat isoman.

"Dibandingkan Juni, kenaikannya jauh sekali. Juni kemarin (kematian saat isoman) kira-kira hanya setengahnya, kematian di Juli meningkatnya drastis," kata Pris kepada Republika.co.id, melalui sambungan telepon, Ahad (25/7).

Tidak hanya kematian saat isoman, kematian pasien Covid-19 yang tengah mendapatkan perawatan di fasilitas pelayanan kesehatan (f

syankes) pun juga terus menunjukkan penambahan yang signifikan di DIY. Pris menyebut, per harinya rata-rata pemakaman dengan protokol Covid-19 mencapai 105 jenazah.

"Rata-rata 105 ini termasuk yang meninggal saat isoman maupun meninggal di rumah sakit. Fluktuatif, pernah semalam ada 130 jenazah atau 134, tapi kalau rata-rata 102 atau 105 jenazah per hari," ujarnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement