Jumat 27 Aug 2021 01:45 WIB

Siswa Kalifornia AS dan Keluarganya Terjebak di Afghanistan

Setidaknya satu dari enam keluarga tersebut berhasil kembali ke AS dengan selamat.

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Teguh Firmansyah
Dalam file foto 24 Agustus 2021 ini, yang disediakan oleh Korps Marinir AS, keluarga berjalan menuju penerbangan mereka selama evakuasi yang sedang berlangsung di Bandara Internasional Hamid Karzai, di Kabul, Afghanistan.
Foto: Sgt. Samuel Ruiz/U.S. Marine Corps via AP
Dalam file foto 24 Agustus 2021 ini, yang disediakan oleh Korps Marinir AS, keluarga berjalan menuju penerbangan mereka selama evakuasi yang sedang berlangsung di Bandara Internasional Hamid Karzai, di Kabul, Afghanistan.

REPUBLIKA.CO.ID, KALIFORNIA -- Sekitar 20 siswa asal San Diego beserta keluarga mereka terjebak di Afghanistan. Mereka melakukan perjalanan ke Afghanistan musim panas ini, dan tidak dapat mencapai bandara Kabul untuk dievakuasi.

"Enam keluarga, termasuk sekitar 24 anak-anak, terjebak di Afghanistan setelah bepergian ke sana untuk mengunjungi kerabat," kata juru bicara Cajon Valley Union School District, Howard Shen, dilansir CNN, Kamis (26/8).

Baca Juga

Shen mengatakan, setidaknya satu dari enam keluarga tersebut berhasil kembali ke AS dengan selamat. Keluarga itu memiliki lima anak, dan empat di antaranya adalah pelajar di Cajon Valley Union School District.

"Mereka berada di Amerika Serikat, dan mereka aman," kata Shen, sembari menambahkan bahwa keluarga yang selamat itu tidak diketahui apakah masih tinggal di Kalifornia atau telah pindah.

Shen tidak dapat memberikan perincian apakah ada orang dari kelompok itu yang terluka, di tengah kerumunan orang yang berharap dapat melarikan diri dari Afghanistan. Shen juga tidak mengetahui apakah keluarga itu masih berkumpul bersama atau anggota keluarga mereka saling terpisah.

"Situasinya kondusif dan kami berharap mereka kembali," kata Shen.

Cajon Valley Union School District merupakan sekolah dari jenjang prasekolah hingga kelas delapan. Sekolah tersebut memiliki 16 ribu hingga 17 ribu murid, dan merupakan rumah bagi populasi imigran dan pengungsi yang sebagian besar berasal dari Afghanistan dan Irak. 

Pejabat distrik telah menghubungi anggota parlemen AS Darrell Issa untuk membantu membawa keluarga yang terjebak di Afghanistan kembali ke Amerika Serikat.

Juru bicara Darrell Issa, Jonathan Wilcox mengatakan, Issa dan stafnya mengetahui lokasi keluarga yang terjebak di Afghanistan dan berhubungan langsung dengan mereka. Wilcox mengatakan, mereka ketakutan karena terjebak di Afghanistan dan tidak bisa menjangkau ke bandara internasional di Kabul.

"Mereka ketakutan, dan terjebak di daerah Kabul. Sejauh ini, mereka tidak dapat mencapai bandara. Saya tahu Presiden dan juru bicaranya, sebelumnya mengatakan ini tidak terjadi, tetapi itu salah besar," ujar Wilcox.

Wilcox mengatakan, Issa dan stafnya melakukan kontak secara berkelanjutan dengan Departemen Luar Negeri dan Pentagon. "Kami memiliki alasan untuk percaya bahwa penduduk Kalifornia lainnya berada dalam situasi yang sama," kata Wilcox.

Menteri Luar Negeri Antony Blinken pada Rabu (25/8) mengatakan bahwa, ada sekitar 1.500 orang Amerika yang masih berada di Afghanistan. AS melakukan percepatan dan peningkatan evakuasi sebelum tenggat waktu 31 Agustus.

Blinken mengatakan, AS telah mengevakuasi setidaknya 4.500 warganya sejak 14 Agustus. Blinken menambahkan, selama 24 jam terakhir pemerintah telah melakukan kontak langsung dengan sekitar 500 orang Amerika, dan memberikan instruksi khusus tentang cara menuju ke bandara Kabul dengan aman.

"Untuk sisa sekitar 1.000 kontak orang Amerika yang ingin meninggalkan Afghanistan, kami secara agresif menjangkau mereka beberapa kali sehari melalui berbagai saluran komunikasi," kata Blinken.

Dalam briefing media di Gedung Putih pada Rabu (25/8) sore, juru bicara Jen Psaki ditanya tentang kelompok siswa Kalifornia Selatan yang masih berada di Afghanistan. Psaki mengatakan, dia tidak memiliki informasi terkait hal tersebut."Saya tentu tidak memiliki informasi tambahan tentang itu," kata Psaki.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement