Ahad 29 Aug 2021 15:48 WIB

Presiden Brasil Ungkap Tiga Opsi untuk Masa Depan Karirnya

Presiden Brasil menghadapi penurunan popularitas dan kritik

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Nur Aini
 Presiden Brasil Jair Bolsonaro
Foto: AP/Eraldo Peres
Presiden Brasil Jair Bolsonaro

REPUBLIKA.CO.ID, BRASILIA -- Presiden Brasil Jair Bolsonaro, mengungkapkan tiga opsi untuk masa depan karir politiknya yaitu penjara, kematian, atau memenangkan pemilihan presiden tahun depan. Presiden sayap kanan tersebut saat itu menghadapi penurunan popularitas dan kritik atas klaim penipuan pemungutan suara yang tidak berdasar, serta lambatnya penanganan pandemi Covid-19.

“Saya memiliki tiga alternatif untuk masa depan saya: ditangkap, dibunuh, atau menang,” kata Bolsonaro dalam sambutannya pada pertemuan para pemimpin evangelis pada Sabtu, (28/8).

Baca Juga

Bolsonaro kemudian menambahkan bahwa, opsi pertama tidak perlu dipertanyakan lagi. "Tidak ada seorang pun di Bumi yang akan mengancam saya," katanya, dilansir Aljazirah, Ahad (29/8).

Bolsonaro telah mempertanyakan sistem pemungutan suara elektronik Brasil. Dia menyerukan agar pemilihan umum memberikan bukti cetak. Menurutnya, tanpa bukti cetak surat suara elektronik rentan terhadap penipuan dan kecurangan. Klaim Bolsonaro tersebut telah ditolak oleh hakim tinggi Brasil dan pakar lainnya.

Dalam pertemuan dengan para pemimpin evangelis, Bolsonaro kembali mengkritik mahkamah pemilihan umum Brasil. “Kami memiliki presiden yang tidak menginginkan atau memprovokasi perpecahan, tetapi semuanya memiliki batas dalam hidup. Saya tidak bisa terus hidup dengan ini," ujar Bolsonaro.

Ketua mahkamah pemilihan umum, yang dikenal sebagai The Superior Electoral Court (TSE), pada Rabu (26/8) mengatakan, tidak ada masalah dengan sistem pemungutan suara elektronik. TSE mengatakan, diskusi untuk mengadopsi surat suara cetak dapat membuang waktu.

Awal bulan ini, majelis rendah Kongres Brasil juga menolak upaya Bolsonaro untuk mengubah sistem pemungutan suara yang telah ada sejak 1996. Pada awal Agustus, Bolsonaro mengumpulkan dukungan dari ratusan warga Brasil. Mereka melakukan aksi demonstrasi besar-besaran di beberapa kota untuk mendukung sistem pemilihan umum yang diusulkan oleh Bolsonaro. Para kritikus mengatakan, tindakan Bolsonaro mirip dengan mantan Presiden AS Donald Trump, yang menabur keraguan dalam pemilihan presiden agar dapat mempertahankan jabatannya.

Popularitas Bolsonaro mengalami penurunan, setelah menuai kritik akibat lambatnya penanganan terhadap pandemi Covid-19. Lebih dari 579 ribu orang telah meninggal karena virus corona di Brasil sejak krisis dimulai. Sementara, Brasil mencatat lebih dari 20,7 juta infeksi.

Bolsonaro menghadapi penyelidikan komisi Senat atas kebijakannya mengatasi pandemi. Sementara Kementerian Kesehatannya terlibat dalam kontroversi, setelah ada kejanggalan dalam pembelian vaksin Covid-19 dari India. Bolsonaro juga telah dituduh melakukan korupsi. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement