Selasa 31 Aug 2021 00:23 WIB

WHO Kirim Bantuan Pertama ke Afghanistan

Pasokan medis diterbangkan dengan pesawat yang disediakan pemerintah Pakistan.

Rep: Lintar Satria/ Red: Andi Nur Aminah
Logo dan gedung kantor pusat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di Jenewa, Swiss, 15 April 2020 (diterbitkan ulang 21 Januari 2021). Presiden AS Joe Biden pada jam-jam pertama menjabat menandatangani beberapa perintah eksekutif yang membalikkan kebijakan pendahulunya termasuk tentang pandemi virus corona, perjanjian iklim Paris, dan tembok perbatasan kontroversial Trump.
Foto: EPA-EFE/MARTIAL TREZZINI
Logo dan gedung kantor pusat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di Jenewa, Swiss, 15 April 2020 (diterbitkan ulang 21 Januari 2021). Presiden AS Joe Biden pada jam-jam pertama menjabat menandatangani beberapa perintah eksekutif yang membalikkan kebijakan pendahulunya termasuk tentang pandemi virus corona, perjanjian iklim Paris, dan tembok perbatasan kontroversial Trump.

REPUBLIKA.CO.ID, DUBAI-- Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengirimkan obat-obatan dan perangkat kesehatan lainnya ke Afghanistan. Pasokan medis tersebut diterbangkan dengan pesawat yang disediakan pemerintah Pakistan.

Senin (30/8) dalam pernyataanya WHO mengatakan pengiriman bantuan itu, bantuan pertama sejak Taliban merebut kekuasaan di Afghanistan dua pekan yang lalu. Pesawat yang membawa bantuan itu terbang dari Dubai lalu mendarat di Kota  Mazar-e-Sharif.

Baca Juga

Kota itu adalah Ibu kota Provinsi Balkh. Taliban merebut kota tersebut pada 14 Agustus, satu hari sebelum kelompok pemberontak itu menduduki Kabul.

WHO mengatakan pasokan tersebut berisi tas trauma dan tas kesehatan darurat yang cukup untuk memenuhi kebutuhan lebih dari 200 ribu orang. Serta mengobati 6.500 pasien trauma.

Lembaga internasional itu menambahkan akan mengirimkannya ke 40 fasilitas kesehatan di 29 provinsi di seluruh Afghanistan. Tim logistik WHO di International Humanitarian City di Dubai yang bertugas memasok pasokan tersebut. "Jembatan udara humanitarian yang dapat diandalkan sangat dibutuhkan," kata WHO.

"Kerja humanitarian yang sulit untuk memenuhi kebutuhan jutaan warga Afghanistan yang rentan dan masih berada di negara baru saja dimulai," tambah WHO. 

Baca juga : Erdogan: Drone Turki Masuk Jajaran Tiga Besar Dunia

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement