Ahad 05 Sep 2021 16:12 WIB

Mojokerto Optimistis Pariwisata Dongkrak Pemulihan Ekonomi

Pemkab terus melakukan kontrol agar protokol kesehatan selalu dalam kondisi memadai.

Warga melintas di antara bendera merah putih ketika menuju lokasi upacara peringatan HUT Kemerdekaan ke-76 Republik Indonesia di Taman Refugia, Desa Penanggungan, Trawas, Kabupataen Mojokerto, Jawa Timur, Selasa (17/8/2021). Pemerintah Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, optimistis jika sektor pariwisata diprediksi menjadi salah satu sektor utama yang paling cepat mendongkrak pemulihan ekonomi masyarakat yang lesu akibat pandemi COVID-19.
Foto: ANTARA/Zabur Karuru
Warga melintas di antara bendera merah putih ketika menuju lokasi upacara peringatan HUT Kemerdekaan ke-76 Republik Indonesia di Taman Refugia, Desa Penanggungan, Trawas, Kabupataen Mojokerto, Jawa Timur, Selasa (17/8/2021). Pemerintah Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, optimistis jika sektor pariwisata diprediksi menjadi salah satu sektor utama yang paling cepat mendongkrak pemulihan ekonomi masyarakat yang lesu akibat pandemi COVID-19.

REPUBLIKA.CO.ID, MOJOKERTO -- Pemerintah Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, optimistis jika sektor pariwisata diprediksi menjadi salah satu sektor utama yang paling cepat mendongkrak pemulihan ekonomi masyarakat yang lesu akibat pandemi COVID-19. Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati dalam keterangan pers, di Mojokerto, Ahad (5/9) menyatakan pihaknya mendorong masyarakat supaya lebih kreatif dalam menggali potensi ekonomi di sektor wisata yang ada di wilayah mereka.

"Sejauh ini, potensi ekonomi dari pengembangan wisata cukup menjanjikan. Nah, potensi-potensi ini harus dikelola dengan maksimal, baik oleh pemerintah desa maupun masyarakat sekitar. Pemda juga akan mendorong supaya lebih berkembang," katanya.

Ia mengemukakan, jika sektor wisata dapat dikelola secara maksimal, hal ini bakal berimplikasi terhadap perekonomian warga di desa itu sendiri. "Masyarakat sangat kreatif. Sudah banyak contohnya dan berhasil (mengembangkan dan mengelola wisata). Dari wisata, pengaruhnya juga lumayan bagi kemajuan ekonomi kreatifnya. Ini harus dimaksimalkan untuk memutar roda ekonomi masyarakat. Harus optimis," katanya.

Dalam masa pendemi COVID-19, Bupati Mojokerto secara berkala melakukan pengecekan objek-objek pariwisata di Kabupaten Mojokerto yang harus ditutup sementara karena aturan PPKM. Kesempatan rehat ini, dimanfaatkan untuk memastikan pemeliharaan sarana prasarana pariwisata tetap terjaga dan berfungsi baik. Begitu juga dengan ketentuan protokol kesehatan yang harus selalu memadai.

Pemeliharaan ini merupakan langkah persiapan, apabila ke depannya nanti status level 3 PPKM bisa turun lebih rendah lagi sehingga objek pariwisata bisa kembali beroperasi. Penurunan status, tentunya akan diikuti pelonggaran-pelonggaran yang berdampak pada pemulihan ekonomi masyarakat.

Di Pacet, Mojokerto ada beberapa lokasi wisata antara lain Wisata Camping Ground, Outbond, Dolan (COD) Tegal Klopo, Wisata Edukasi Terpadu (WET) Sendi dan Fortuna Garden."Kami akan cek spot-spot wisata selama PPKM ini. Tujuannya untuk memantau pemeliharaan sarana dan prasarana, agar tetap berfungsi baik. Kami juga lakukan kontrol agar protokol kesehatan selalu dalam kondisi memadai. Sehingga jika wisata ini sudah boleh beroperasi kembali, kita telah siap. Keselamatan dan keamanan adalah prioritas kita. Itu semua harus bisa kita pastikan," katanya.

Pemerintah Kabupaten Mojokerto pun sejauh ini, telah menggelontorkan bantuan sosial sembako pada para pelaku usaha pariwisata termasuk PKL area sekitar wisata yang terdampak PPKM mencapai 1.215 paket, kata Fahmawati.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement