Kamis 09 Sep 2021 14:37 WIB

Pertemuan RI-Australia Singgung Afghanistan dan Myanmar

Australia minta Indonesia sebagai negara mayoritas muslim bersuara di Afghanistan

Rep: Fergi Nadira/ Red: Christiyaningsih
Menteri Luar Negeri (Menlu) Australia Marise Payne dan Menteri Pertahanan (Menhan) Australia Peter Dutton MP melakukan pertemuan 2+2 dengan tuan rumah, Menlu Indonesia Retno Marsudi dan Menhan Indonesia Prabowo Subianto, di Gedung Pancasila, Jakarta, Kamis (9/9)
Foto: Kemenlu RI
Menteri Luar Negeri (Menlu) Australia Marise Payne dan Menteri Pertahanan (Menhan) Australia Peter Dutton MP melakukan pertemuan 2+2 dengan tuan rumah, Menlu Indonesia Retno Marsudi dan Menhan Indonesia Prabowo Subianto, di Gedung Pancasila, Jakarta, Kamis (9/9)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Menteri Luar Negeri (Menlu) Australia Marise Payne dan Menteri Pertahanan (Menhan) Australia Peter Dutton MP melakukan pertemuan 2+2 dengan tuan rumah, Menlu Indonesia Retno Marsudi dan Menhan Indonesia Prabowo Subianto, Kamis (9/9). Keempat menteri membahas berbagai isu terkait kedua negara dan kawasan serta global termasuk Afghanistan dan Myanmar.

Menlu Payne mengatakan Indonesia sebagai negara mayoritas Muslim memiliki peran penting dan suara kuat dalam isu-isu seperti Afghanistan. Dia juga meminta Indonesia menyuarakan hak perempuan di negara konflik tersebut.

Baca Juga

"Hari ini kami juga membahas Afghanistan dan kebutuhan rezim yang dikuasai Taliban untuk menghormati hak-hak perempuan untuk terlibat," ujar Menlu Payne dalam konferensi pers bersama para menteri usai pertemuan mereka di Gedung Pancasila Jakarta, Kamis.

Menlu Retno mengatakan kepada Australia saat ini RI masih dengan cermat memantau situasi termasuk pembentukan pemerintahan sementara di Afghanistan. Indonesia juga terus menekankan pentingnya membangun pemerintahan yang inklusif di Afghanistan yang kini dikuasai Taliban.

"Indonesia berharap Afghanistan tidak dijadikan sebagai tempat pembibitan dan pelatihan landasan bagi organisasi dan aktivitas teroris yang mengancam perdamaian dan stabilitas di kawasan," ujar Retno dalam konferensi pers yang sama.

"Indonesia juga berharap hak asasi manusia, khususnya hak-hak perempuan dan anak-anak perempuan, terus dihormati dan diangkat," ujarnya menambahkan.

RI dan Australia juga bekerja bersama dalam penanggulangan terorisme. Kedua negara menandatangani memorandum terorisme dan kekerasan ekstremisme.

Mengenai Myanmar, Indonesia dan Australia berkomitmen untuk memberikan kontribusi bantuan kemanusiaan untuk rakyat Myanmar. Menlu Retno berbagi informasi tentang kelanjutan kerja ASEAN dalam menangani krisis di Myanmar yang salah satunya dalam gelombang pengiriman bantuan kemanusiaan tersebut.

"Keselamatan dan keamanan sangat penting dalam memastikan keberhasilan pengiriman bantuan kemanusiaan. Kami menggarisbawahi pentingnya penerapan lima poin konsensus soal Myanmar," ujar Retno.

Indonesia juga menyampaikan kepada Australian bahwa akses untuk bertemu para pemangku kepentingan di Myanmar adalah hal yang sangat penting bagi utusan khusus ASEAN untuk memulai melakukan lima poin konsensus ini. "Peran sentral ASEAN sangat penting, saya sangat senang bisa langsung mendengarkan dari Marsudi tentang perkembangan terbaru dari krisis ASEAN," ujar Payne.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement