Jumat 10 Sep 2021 21:39 WIB

Biden Habis Kesabaran dengan Warga AS yang tak Mau Vaksin

Pengusaha dengan lebih dari 100 pekerja di AS harus mewajibkan vaksin.

Rep: Dwina Agustin/ Red: Teguh Firmansyah
 Presiden Joe Biden.
Foto: AP/Evan Vucci
Presiden Joe Biden.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden dengan tajam mengkritik puluhan juta orang Amerika yang belum divaksinasi, Jumat (10/9)

Padahal vaksin telah tersedia dan warga telah mendapatkan insentif berbulan-bulan.

Baca Juga

"Kami sudah bersabar. Tetapi kesabaran kami menipis, dan penolakan Anda telah merugikan kita semua," kata Biden.

Biden menunjuk wajah minoritas warga yang tidak divaksinasi ini dapat menyebabkan banyak kerusakan. Kondisi tersebut, menurutnya, bahkan sudah terlihat saat ini.

Lebih dari 208 juta warga Amerika memiliki setidaknya satu dosis vaksin.

Data dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit, lebih dari 177 juta orang Amerika divaksinasi penuh terhadap virus korona.

Namun, kasus yang dikonfirmasi telah melonjak 300 persen dalam beberapa pekan terakhir. Saat ini jumlah kasus menjadi rata-rata sekitar 140 ribu per hari dengan rata-rata sekitar 1.000 kematian.

Jumlah tersebut sekitar dua setengah kali lebih banyak rawat inap dan hampir dua kali jumlah kematian dibandingkan dengan waktu yang sama tahun lalu. Sekitar 80 juta orang tetap tidak divaksinasi. “Kami berada dalam kondisi sulit dan itu bisa bertahan untuk sementara waktu,” kata Biden.

Untuk menekan angka penambahan kasus dan jumlah korban meninggal dunia, Biden semakin menekankan aturan untuk warga menerima vaksin. Aturan luas mengamanatkan bahwa semua pengusaha dengan lebih dari 100 pekerja mengharuskan mereka untuk divaksinasi atau tes virus mingguan.

Keputusan itu mempengaruhi sekitar 80 juta orang Amerika. Ditambah lagi sekitar 17 juta pekerja di fasilitas kesehatan yang menerima Medicare atau Medicaid federal juga harus divaksinasi penuh.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement