Rabu 20 Oct 2021 13:42 WIB

Senat Brasil: Bolsonaro Hadapi Tuntutan Pidana karena Covid

Pemerintahan Bolsonaro diduga melakukan kesalahan dalam menangani pandemi.

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Dwi Murdaningsih
 Presiden Brasil Jair Bolsonaro.
Foto: AP/Eraldo Peres
Presiden Brasil Jair Bolsonaro.

REPUBLIKA.CO.ID, BRASILIA -- Senator yang memimpin penyelidikan kongres tentang penanganan pandemi Covid-19 telah merekomendasikan agar Presiden Brasil Jair Bolsonaro menghadapi tuntutan pidana, termasuk pembunuhan. Tuntutan tersebut atas dugaan kesalahan pemerintah dalam menangani pandemi Covid-19, yang menyebabkan kematian ribuan orang.

Berdasarkan draf dokumen penyelidikan setebal 1.200 halaman yang disiapkan oleh Senator oposisi Renan Calheiros untuk komite Senat, Bolsonaro menolak peluang awal bagi pemerintah untuk memperoleh vaksin. Hal ini menyebabkan kampanye inokulasi di Brasil menjadi tertunda dan mengakibatkan peningkatan jumlah kasus dan kematian akibat Covid-19.

 

Laporan itu mengatakan, Bolsonaro memiliki keyakinan yang tidak berdasar pada teori kekebalan kelompok oleh infeksi alami dan keberadaan pengobatan. Padahal sejauh ini, obat untuk menyembuhkan Covid-19 belum ditemukan.

 

"Tanpa vaksin, kematian akan menjadi stratosfer, seperti yang terjadi," ujar laporan itu, dilansir Aljazirah, Rabu (20/10).

 

Laporan tersebut merekomendasikan presiden untuk didakwa atas 11 dakwaan, mulai dari penipuan dan menghasut kejahatan hingga pembunuhan dan genosida terhadap komunitas Pribumi. Namun tuduhan itu masih akan melalui persetujuan oleh komite Senat yang beranggotakan 11 orang. Laporan itu juga masih dapat diveto dan diubah. 

 

Tiga senator di komisi sedang melobi untuk penghapusan tuduhan pembunuhan dan genosida. Sementara  dakwaan harus diajukan oleh jaksa, yang dijabat seorang jenderal, yang ditunjuk oleh Bolsonaro.

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement