Rabu 20 Oct 2021 19:42 WIB

Tokyo akan Longgarkan Pembatasan Covid-19 di Restoran

Pemerintah Metropolitan Tokyo akan longgarkan pembatasan Covid-19 di bar dan restoran

Rep: Antara/ Red: Christiyaningsih
Orang-orang yang memakai masker wajah untuk melindungi diri dari COVID-19 berjalan melewati persimpangan di Shinjuku, distrik hiburan Tokyo, Senin, 20 September 2021.
Foto: AP/Kiichiro Sato
Orang-orang yang memakai masker wajah untuk melindungi diri dari COVID-19 berjalan melewati persimpangan di Shinjuku, distrik hiburan Tokyo, Senin, 20 September 2021.

REPUBLIKA.CO.ID, TOKYO - Pemerintah Metropolitan Tokyo bermaksud untuk melonggarkan pembatasan Covid-19 di bar dan restoran pekan depan saat kasus infeksi terus menurun, seperti dilaporkan media berita Jiji pada Rabu (20/10). Pelonggaran itu akan diumumkan pada Kamis dan akan berlaku untuk tempat-tempat usaha yang disertifikasi sebagai bisnis yang mengikuti langkah-langkah pencegahan Covid-19, menurut laporan Jiji yang mengutip beberapa sumber.

Namun, perwakilan pemerintah Tokyo tidak segera menanggapi permintaan komentar yang disampaikan oleh Reuters. Tokyo dan sebagian besar wilayah di Jepang mencabut tindakan darurat Covid-19 pada 1 Oktober yang telah berlaku selama hampir enam bulan.

Baca Juga

Walaupun demikian, restoran dan bar di ibu kota Tokyo telah diminta untuk menghentikan penjualan alkohol pada pukul 20.00 dan tutup pukul 21.00. Kasus baru harian Covid-19 di Tokyo turun menjadi 29 pada Senin, yakni angka terendah sejak Juni 2020.

Kasus infeksi virus corona telah turun secara dramatis dari gelombang yang mencapai lebih dari 5.000 kasus dalam sehari pada Agustus, yang menghantam infrastruktur layanan medis Tokyo. Sekitar 67 persen dari populasi Jepang sekarang telah divaksin lengkap. Pemerintah Jepang berencana untuk meluncurkan suntikan vaksin penguat (booster) pada musim dingin ini.

Pada saat yang sama, pihak berwenang Jepang berencana untuk menggunakan kombinasi sertifikat vaksinasi dan tes Covid-19 untuk lebih memudahkan langkah pembatasan dan membuka kembali perekonomian.

sumber : Reuters
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement