Kamis 28 Oct 2021 14:12 WIB

China Mengancam, Menhan Taiwan: Kami Siap Bela Diri Sendiri

Menhan menilai Taiwan tak bisa sepenuhnya mengandalkan negara lain.

Rep: Lintar Satria/ Red: Teguh Firmansyah
Dalam foto yang dirilis oleh Kantor Berita Militer Taiwan ini, unit artileri Taiwan melakukan latihan menembak langsung untuk mencegah pasukan pendaratan pantai selama latihan Han Guang yang diadakan di pulau kabupaten Penghu, Taiwan, Rabu, 15 September 2021. Tahunan Taiwan Latihan militer lima hari Han Guang dirancang untuk mempersiapkan pasukan pulau itu untuk serangan oleh China, yang mengklaim Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya sendiri.
Foto: AP/Military News Agency
Dalam foto yang dirilis oleh Kantor Berita Militer Taiwan ini, unit artileri Taiwan melakukan latihan menembak langsung untuk mencegah pasukan pendaratan pantai selama latihan Han Guang yang diadakan di pulau kabupaten Penghu, Taiwan, Rabu, 15 September 2021. Tahunan Taiwan Latihan militer lima hari Han Guang dirancang untuk mempersiapkan pasukan pulau itu untuk serangan oleh China, yang mengklaim Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya sendiri.

REPUBLIKA.CO.ID, TAIPEI -- Menteri Pertahanan Taiwan mengatakan, Taiwan siap membela dirinya sendiri dan tidak bisa sepenuhnya mengandalkan negara lain bila China menggelar serangan ke pulau tersebut. Meski Presiden Taiwan mengatakan ia yakin Amerika Serikat (AS) akan membela Taiwan.

"Sebuah bangsa harus mengandalkan dirinya sendiri dan bila ada teman atau kelompok yang dapat bisa membantu kami, maka seperti yang saya katakan sebelumnya, kami senang hati menerimanya, tapi kami tidak bisa mengandalkan itu sepenuhnya," ka Menhan Taiwan Chiu Kuo-Cheng, Kamis (28/10).

Baca Juga

Hal ini disampaikan dalam menanggapi pertanyaan wartawan dalam sidang parlemen mengenai pertahanan nasional. Ketegangan China dan Taiwan meningkat ke level tertingginya selama puluhan tahun setelah Beijing mengirimkan ratusan pesawat tempur ke zona pertahanan udara pulau yang dikelola dengan demokratis tersebut.

Langkah tersebut dianggap tekanan militer China yang mengeklaim Taiwan bagian dari wilayahnya. Kementerian Pertahanan Taiwan mengatakan, pada 2025 China akan memiliki kapabilitas 'komprehensif' untuk menginvansi Taiwan.

Chiu mengatakan ketegangan antara China dan Taiwan meningkat ke tahap 'paling buruk' dalam 40 tahun. Dalam wawancaranya dengan CNN Presiden Taiwan Tsai Ing-wen mengatakan, ia yakin AS akan membela Taiwan bila Cina mengambil tindakan terhadap Taiwan.

"Saya meyakininya mengingat hubungan jangka panjang yang telah kami miliki dengan AS dan juga dukungan rakyat serta Kongres AS," katanya.

Pekan lalu Presiden AS Joe Biden mengambil langkah bertolak belakang dari kebijakan AS terhadap Taiwan selama puluhan tahun ketika ia mengatakan Washington berkomitmen melindungi Taiwan bila China menyerang.

AS menggunakan 'strategi ambiguitas' pada kebijakan luar negerinya pada Taiwan selama puluhan tahun. Dengan menyamarkan sikap AS untuk melindungi pulau bila Cina menyerang pulau tersebut.

Namun AS juga memiliki kebijakan mendukung Taiwan untuk dapat melindungi dirinya sendiri seperti menyediakan persenjataan pada pulau tersebut seperti yang tercantum dalam Undang-undang Relasi Taiwan. Gedung Putih mengatakan pernyataan Biden tidak mencerminkan perubahan sikap AS pada Taiwan.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement