Ahad 07 Nov 2021 02:00 WIB

'Paint', Narkoba Jenis Baru yang Sasar Pelajar Kalifornia

Narkoba Paint dijual 5 dolar AS di kalangan pelajar California.

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Reiny Dwinanda
Obat terlarang (ilustrasi). Narkoba Paint beredar di kalangan pelajar California, Amerika Serikat.
Foto:

Penggunaan obat terlarang yang bersifat adiktif tak boleh disepelekan karena dapat memicu beragam efek merugikan, termasuk overdosis yang bisa menyebabkan kematian. Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), ada hampir 841 ribu orang yang tewas akibat overdosis obat di Amerika Serikat sejak 1999.

Pada 2019, kasus kematian akibat overdosis obat tercatat sebanyak 70.630 di negara tersebut. CDC menyebutkan bahwa kematian akibat semua obat psikostimulan mengalami peningkatan sejak 10 tahun ke belakang.

CDC menegaskan bahwa penyalahgunaan obat pada saat remaja dapat memberikan beberapa pengaruh buruk pada pertumbuhan dan juga perkembangan otak. Penyalahgunaan obat di rentang usia yang sangat muda ini juga dapat membuat remaja menjadi lebih rentan terhadap masalah kesehatan, seperti gangguan tidur, tekanan darah tinggi, dan penyakit jantung ketika dewasa.

American Academy of Pediatrics menyarankan agar anak menjalani skrining terkait narkotika sejak anak berusia sembilan tahun. Menurut HealthLink BC, penyalah gunaan narkoba meliputi penyalahgunaan obat-obatan dan alkohol, termasuk rokok, obat ilegal, obat resep, hingga inhalansia dan solvent.

Berdasarkan data, hampir dua dari 10 anak di kelas 12 menggunakan obat resep dokter tanpa resep. CDC mengatakan orang tua bisa membantu dengan cara bicara dengan dokter anak mengenai skrining penyalahgunaan narkotika.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement