Sabtu 13 Nov 2021 20:33 WIB

Pekan Depan Berat, Merkel Gugah Warga Jerman Divaksinasi

Merkel khawatir Jerman akan menghadapi pekan berat ke depannya akibat Covid-19.

Kanselir Jerman Angela Merkel memejamkan mata saat sesi pleno pertama parlemen Jerman Bundestag setelah pemilihan, Berlin, Selasa, 26 Oktober 2021. Merkel menggugah warganya untuk mau divaksinasi di tengah terpaan gelombang empat Covid-19.
Foto: AP/Markus Schreiber
Kanselir Jerman Angela Merkel memejamkan mata saat sesi pleno pertama parlemen Jerman Bundestag setelah pemilihan, Berlin, Selasa, 26 Oktober 2021. Merkel menggugah warganya untuk mau divaksinasi di tengah terpaan gelombang empat Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, BERLIN -- Kanselir Jerman Angela Merkel berupaya menggugah warganya yang belum divaksinasi Covid-19 agar memikirkan lagi keputusan mereka. Hal itu disampaikan Merkel melalui pesan video pada Sabtu saat tingkat insidensi Covid-19 selama sepekan naik ke level tertinggi sejak awal pandemi.

Menurut Merkel, Jerman akan menghadapi beberapa pekan yang berat ke depannya. Ia mengaku sangat khawatir di tengah terpaan gelombang empat Covid-19.

Baca Juga

"Saya mendesak semua orang yang belum divaksin, tolong pikirkan kembali," ujarnya.

Jumlah orang per 100.000 warga Jerman yang positif Covid-19 selama sepekan naik menjadi 277,4 pada Sabtu, menurut data Institut Robert Koch. Rekor dalam gelombang ketiga pandemi Desember 2020 sebesar 197,6.

Pemerintah federal dan para pemimpin dari 16 negara bagian Jerman akan menggelar pertemuan pada pekan depan guna membahas langkah-langkah pengetatan. Meski begitu, tiga pihak yang berunding untuk membentuk pemerintahan baru telah sepakat membiarkan status darurat yang diberlakukan sejak awal pandemi berakhir sesuai rencana, yakni pada 25 November.

"Akan sangat membantu kita ketika negara-negara bagian dan pemerintah federal bekerja sama dan komitmen terhadap aturan yang sama," kata Merkel.

sumber : Antara, Reuters
Yuk gabung diskusi sepak bola di sini ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement