REPUBLIKA.CO.ID, ANKARA -- Pihak berwenang Turki menangkap seorang pria yang dianggap sebagai tersangka penting dalam pembunuhan pada Juli lalu terhadap Presiden Haiti Jovenel Moise. Moise (53 tahun), yang menjabat sejak 2017, ditembak mati di kediaman pribadinya. Adapun istrinya terluka dalam serangan itu.
Sekelompok tentara bayaran Kolombia muncul sebagai tersangka utama. "Saya baru saja melakukan percakapan telepon dengan Menteri Turki, teman saya Mevlut Cavusoglu, untuk berterima kasih kepada Turki atas penangkapan Samir Handal, salah satu orang yang sangat berkepentingan dalam penyelidikan pembunuhan presiden," kata Menteri Luar Negeri Haiti Claude Joseph pada Senin malam (15/11) di Twitter.
Sebuah laporan pada Agustus mengatakan, Handal telah menjadi tuan rumah pertemuan di Port-au-Prince yang mencakup partisipasi Emmanuel Sanon, seorang tersangka dalang pembunuhan yang ditangkap pada bulan Juli. Penyelidik yang menggeledah kediaman Sanon menemukan tujuh paspor Haiti dan tiga paspor Palestina bertuliskan nama Handal.
Sanon, seorang dokter Haiti-Amerika, mengatakan kepada polisi bahwa Handal telah mengirim empat penjaga keamanan Kolombia untuk melindunginya saat dia berada di Haiti. Demikian disampaikan laporan itu.
Media Turki melaporkan pada hari Selasa (16/11) bahwa Handal, yang sedang dicari dengan Interpol Red Notice, ditahan di Bandara Istanbul oleh pihak berwenang saat ia terbang transit dari Amerika Serikat ke Yordania.
Rekomendasi
-
Sabtu , 31 Oct 2026, 21:30 WIB
Usai Pemilu Israel, MUI: Eisenkot tak Seperti Netanyahu
-
-
Sabtu , 31 Oct 2026, 21:29 WIBKrisis Konstitusi Polandia Memuncak, Presiden Tuding Mahkamah Konstitusi Direbut Paksa
-
Sabtu , 31 Oct 2026, 19:40 WIBMojtaba Khamenei Gelorakan Semangat Jihad Militer Iran, Perang Besar Segera Terjadi?
-
Sabtu , 31 Oct 2026, 19:10 WIBIran Ancam Donald Trump: Perang Baru tak akan Bisa Anda Hentikan
-
Sabtu , 31 Oct 2026, 18:55 WIBMojtaba Khamenei Beri Instruksi Para Komandan Militer Iran, Isyaratkan Perang akan Meluas
-