REPUBLIKA.CO.ID, BERLIN -- Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan, Uni Eropa harus bersiap memberlakukan lebih banyak sanksi terhadap Rusia, jika situasi di Ukraina timur atau di perbatasan Belarusia-Polandia meningkat. Merkel mengatakan bahwa, Uni Eropa harus bersatu dalam masalah persenjataan terhadap penempatan pasukan Rusia di dekat perbatasan Ukraina.
"Setiap agresi lebih lanjut terhadap kedaulatan Ukraina akan memiliki konsekuensi yang besar," kata Merkel.
Merkel berbicara melalui telepon dengan Presiden Ukraina Voldoymyr Zelenskiy. Kantor Merkel mengatakan, keduanya sepakat untuk membuat tanggapan yang terkoordinasi terhadap ancaman dari Rusia. Pekan ini, Rusia dan Ukraina menggelar latihan militer setelah meningkatnya ketegangan antara kedua negara.
Sebelumnya Intelijen Ukraina memperkirakan, Rusia bersiap untuk melakukan serangan pada awal tahun depan. Kepala badan intelijen pertahanan Ukraina, Kyrylo Budanov, mengatakan, Moskow telah mengumpulkan lebih dari 92 ribu tentara di perbatasan.
“Serangan seperti itu kemungkinan akan melibatkan serangan udara, artileri dan serangan lapis baja diikuti oleh serangan udara di timur, serangan amfibi di Odessa dan Mariupul, serta serangan yang lebih kecil melalui negara tetangga Belarusia,” kata Budanov, dilansir Alarabiya.
Rekomendasi
-
Kamis , 21 May 2026, 10:00 WIB
KUHAP Baru Dinilai Jadi Momentum Reformasi Hukum Nasional
-
-
Kamis , 21 May 2026, 06:37 WIBKorsel Mulai Bangun Kapal Selam Bertenaga Nuklir
-
Kamis , 21 May 2026, 06:33 WIBDari Italia Sampai Korsel, Ini Kepala Negara dan Menlu yang Kecam Penyiksaan Aktivis Global Sumud
-
Kamis , 21 May 2026, 06:06 WIBKuasa Hukum: Aktivis Global Sumud yang Diculik Alami Kekerasan Ekstrem oleh Israel
-
Kamis , 21 May 2026, 01:30 WIBDunia Kecam Penganiayaan Aktivis Global Sumud oleh Ben Gvir
-