REPUBLIKA.CO.ID, BERLIN -- Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan, Uni Eropa harus bersiap memberlakukan lebih banyak sanksi terhadap Rusia, jika situasi di Ukraina timur atau di perbatasan Belarusia-Polandia meningkat. Merkel mengatakan bahwa, Uni Eropa harus bersatu dalam masalah persenjataan terhadap penempatan pasukan Rusia di dekat perbatasan Ukraina.
"Setiap agresi lebih lanjut terhadap kedaulatan Ukraina akan memiliki konsekuensi yang besar," kata Merkel.
Merkel berbicara melalui telepon dengan Presiden Ukraina Voldoymyr Zelenskiy. Kantor Merkel mengatakan, keduanya sepakat untuk membuat tanggapan yang terkoordinasi terhadap ancaman dari Rusia. Pekan ini, Rusia dan Ukraina menggelar latihan militer setelah meningkatnya ketegangan antara kedua negara.
Sebelumnya Intelijen Ukraina memperkirakan, Rusia bersiap untuk melakukan serangan pada awal tahun depan. Kepala badan intelijen pertahanan Ukraina, Kyrylo Budanov, mengatakan, Moskow telah mengumpulkan lebih dari 92 ribu tentara di perbatasan.
“Serangan seperti itu kemungkinan akan melibatkan serangan udara, artileri dan serangan lapis baja diikuti oleh serangan udara di timur, serangan amfibi di Odessa dan Mariupul, serta serangan yang lebih kecil melalui negara tetangga Belarusia,” kata Budanov, dilansir Alarabiya.
Rekomendasi
-
Rabu , 14 Oct 2026, 11:51 WIB
Mamdani Ditentang Kelompok Sosialis, Menolak Pecat Kepala Polisi New York
-
-
Rabu , 14 Oct 2026, 10:01 WIBAS Klaim Ekonomi Iran Hampir Runtuh, tetapi tak Tahu Cara Akhiri Perang
-
Rabu , 14 Oct 2026, 09:16 WIBSaudi Habiskan Puluhan Miliar Dolar, tetapi Kesulitan Hadapi Rudal dan Drone Houthi
-
Rabu , 14 Oct 2026, 08:49 WIBEmir Qatar: Pelaku Genosida Gaza Harus Diadili
-
Rabu , 14 Oct 2026, 08:11 WIBMamdani Guncang Kepolisian New York, Kematian Pemuda 19 Tahun Picu Reformasi Besar
-