REPUBLIKA.CO.ID, BERLIN -- Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan, Uni Eropa harus bersiap memberlakukan lebih banyak sanksi terhadap Rusia, jika situasi di Ukraina timur atau di perbatasan Belarusia-Polandia meningkat. Merkel mengatakan bahwa, Uni Eropa harus bersatu dalam masalah persenjataan terhadap penempatan pasukan Rusia di dekat perbatasan Ukraina.
"Setiap agresi lebih lanjut terhadap kedaulatan Ukraina akan memiliki konsekuensi yang besar," kata Merkel.
Merkel berbicara melalui telepon dengan Presiden Ukraina Voldoymyr Zelenskiy. Kantor Merkel mengatakan, keduanya sepakat untuk membuat tanggapan yang terkoordinasi terhadap ancaman dari Rusia. Pekan ini, Rusia dan Ukraina menggelar latihan militer setelah meningkatnya ketegangan antara kedua negara.
Sebelumnya Intelijen Ukraina memperkirakan, Rusia bersiap untuk melakukan serangan pada awal tahun depan. Kepala badan intelijen pertahanan Ukraina, Kyrylo Budanov, mengatakan, Moskow telah mengumpulkan lebih dari 92 ribu tentara di perbatasan.
“Serangan seperti itu kemungkinan akan melibatkan serangan udara, artileri dan serangan lapis baja diikuti oleh serangan udara di timur, serangan amfibi di Odessa dan Mariupul, serta serangan yang lebih kecil melalui negara tetangga Belarusia,” kata Budanov, dilansir Alarabiya.
Rekomendasi
-
Sabtu , 07 Nov 2026, 18:52 WIB
Jenderal Iran Nyatakan Kesiapan Teheran Ubah Doktrin Nuklir, Bangun Bom Atom?
-
-
Sabtu , 07 Nov 2026, 16:39 WIBEropa Tolak Rencana Besar Trump-Putin, tak Mau Keamanan Diputuskan Sepihak
-
Sabtu , 07 Nov 2026, 14:06 WIBSkandal Bank Digital Ambruk, Presiden Paraguay Dipecat dan Ditahan
-
Sabtu , 07 Nov 2026, 12:19 WIBIran Umumkan Tembak Jatuh Drone MQ-9 AS di Atas Pulau Qeshm
-
Sabtu , 07 Nov 2026, 10:05 WIBTayfun Turki, Iskander Rusia, dan PrSM Amerika, Mana yang Lebih Unggul?
-