REPUBLIKA.CO.ID, BERLIN -- Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan, Uni Eropa harus bersiap memberlakukan lebih banyak sanksi terhadap Rusia, jika situasi di Ukraina timur atau di perbatasan Belarusia-Polandia meningkat. Merkel mengatakan bahwa, Uni Eropa harus bersatu dalam masalah persenjataan terhadap penempatan pasukan Rusia di dekat perbatasan Ukraina.
"Setiap agresi lebih lanjut terhadap kedaulatan Ukraina akan memiliki konsekuensi yang besar," kata Merkel.
Merkel berbicara melalui telepon dengan Presiden Ukraina Voldoymyr Zelenskiy. Kantor Merkel mengatakan, keduanya sepakat untuk membuat tanggapan yang terkoordinasi terhadap ancaman dari Rusia. Pekan ini, Rusia dan Ukraina menggelar latihan militer setelah meningkatnya ketegangan antara kedua negara.
Sebelumnya Intelijen Ukraina memperkirakan, Rusia bersiap untuk melakukan serangan pada awal tahun depan. Kepala badan intelijen pertahanan Ukraina, Kyrylo Budanov, mengatakan, Moskow telah mengumpulkan lebih dari 92 ribu tentara di perbatasan.
“Serangan seperti itu kemungkinan akan melibatkan serangan udara, artileri dan serangan lapis baja diikuti oleh serangan udara di timur, serangan amfibi di Odessa dan Mariupul, serta serangan yang lebih kecil melalui negara tetangga Belarusia,” kata Budanov, dilansir Alarabiya.
Rekomendasi
-
Jumat , 06 Mar 2026, 15:57 WIB
Iran Gempur Habis-habisan Markas Militer AS di Bahrain
-
-
Jumat , 06 Mar 2026, 15:03 WIBIran Siap Perang Panjang, Bakal Keluarkan Senjata Baru yang Belum Pernah Dikerahkan
-
Jumat , 06 Mar 2026, 14:30 WIBLaporan: Ongkos Perang AS Serang Iran Rp 15 Triliun Per Hari
-
Jumat , 06 Mar 2026, 11:16 WIBDubes Iran Tegaskan Selat Hormuz Tidak Ditutup, Hanya Terapkan Protokol Perang
-
Jumat , 06 Mar 2026, 11:03 WIBPresiden Ukraina Siap Dukung Negara Arab Lawan Drone Shahed-136 Iran
-