REPUBLIKA.CO.ID, BERLIN -- Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan, Uni Eropa harus bersiap memberlakukan lebih banyak sanksi terhadap Rusia, jika situasi di Ukraina timur atau di perbatasan Belarusia-Polandia meningkat. Merkel mengatakan bahwa, Uni Eropa harus bersatu dalam masalah persenjataan terhadap penempatan pasukan Rusia di dekat perbatasan Ukraina.
"Setiap agresi lebih lanjut terhadap kedaulatan Ukraina akan memiliki konsekuensi yang besar," kata Merkel.
Merkel berbicara melalui telepon dengan Presiden Ukraina Voldoymyr Zelenskiy. Kantor Merkel mengatakan, keduanya sepakat untuk membuat tanggapan yang terkoordinasi terhadap ancaman dari Rusia. Pekan ini, Rusia dan Ukraina menggelar latihan militer setelah meningkatnya ketegangan antara kedua negara.
Sebelumnya Intelijen Ukraina memperkirakan, Rusia bersiap untuk melakukan serangan pada awal tahun depan. Kepala badan intelijen pertahanan Ukraina, Kyrylo Budanov, mengatakan, Moskow telah mengumpulkan lebih dari 92 ribu tentara di perbatasan.
“Serangan seperti itu kemungkinan akan melibatkan serangan udara, artileri dan serangan lapis baja diikuti oleh serangan udara di timur, serangan amfibi di Odessa dan Mariupul, serta serangan yang lebih kecil melalui negara tetangga Belarusia,” kata Budanov, dilansir Alarabiya.
Rekomendasi
-
Jumat , 23 Jan 2026, 00:11 WIB
Dewan Perdamaian Diteken, Warga Gaza Tetap Dibunuh Israel
-
-
Kamis , 22 Jan 2026, 21:23 WIBMengapa Trump Melunak? Kini Bilang AS Siap Bernegosiasi dengan Iran
-
Kamis , 22 Jan 2026, 20:47 WIBGabung Dewan Perdamaian Inisiatif Trump, Indonesia Bayar Rp16 T? Ini Klarifikasi Kemlu
-
Kamis , 22 Jan 2026, 20:32 WIBAbbas ke Putin: Israel adalah Dalang Kehancuran Gaza
-
Kamis , 22 Jan 2026, 20:08 WIBAWG Nilai Dewan Perdamaian Bentukan Trump Bukan untuk Palestina Tapi Amankan Kepentingan Israel
-