Rabu 01 Dec 2021 12:11 WIB

PBB: Pelanggaran Israel Mengikis Solusi Dua Negara

Pelanggaran Israel dan pembangunan permukiman ilegal bisa mengikis solusi dua negara

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Christiyaningsih
Seorang gadis Palestina mencoba meninju seorang tentara Israel saat unjuk rasa memprotes perluasan permukiman Yahudi di desa Halamish, dekat Ramallah, Jumat (2/11). Pelanggaran Israel dan pembangunan permukiman ilegal bisa mengikis solusi dua negara.
Foto: AP/ Majdi Mohammed
Seorang gadis Palestina mencoba meninju seorang tentara Israel saat unjuk rasa memprotes perluasan permukiman Yahudi di desa Halamish, dekat Ramallah, Jumat (2/11). Pelanggaran Israel dan pembangunan permukiman ilegal bisa mengikis solusi dua negara.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON – Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyoroti berlanjutnya pelanggaran-pelanggaran Israel terhadap rakyat Palestina. Menurutnya, hal itu ditambah perluasan permukiman ilegal di wilayah Palestina yang diduduki, dapat mengikis prospek solusi dua negara.

“Pelanggaran terus menerus terhadap hak-hak warga Palestina bersama dengan perluasan permukiman berisiko mengikis prospek solusi dua negara,” kata Guterres, Senin (30/11), dikutip laman Middle East Monitor.

Baca Juga

Dia meminta kedua belah pihak tak mengambil langkah sepihak yang dapat merusak peluang penyelesaian konflik secara damai berdasarkan hukum internasional dan resolusi PBB. “Tujuan keseluruhan tetap dua negara yang hidup berdampingan dalam perdamaian serta keamanan, memenuhi aspirasi nasional yang sah dari kedua bangsa, dengan perbatasan berdasarkan garis 1967 dan Yerusalem sebagai ibu kota kedua negara,” ujarnya.

"Saya lebih lanjut menyerukan kepada para pihak untuk terlibat secara konstruktif untuk mengakhiri penutupan Gaza dan meningkatkan kondisi kehidupan semua warga Palestina di bawah pendudukan," kata Guterres.

Pada Senin, Presiden Palestina Mahmoud Abbas melakukan pertemuan dengan Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani di Doha. Abbas memenuhi undangan Sheikh Tamim untuk menghadiri pembukaan FIFA Arab Cup 2021. Namun pada kesempatan itu, mereka turut membahas hubungan bilateral, termasuk isu Palestina.

“Presiden Abbas memberi tahun Emir Qatar tentang perkembangan terbaru di area Palestina, dengan fokus pada pelanggaran Israel yang terus menerus serta perambahan terhadap tempat-tempat suci di Yerusalem,” kata kantor berita Palestina, WAFA, dalam laporannya.

Pembicaraan damai langsung antara Israel dan Palestina, yang disponsori Amerika Serikat (AS) selama sembilan bulan, terhenti pada 2014. Hal itu menyusul perbedaan mendalam tentang isu-isu yang berkaitan dengan permukiman Yahudi dan pengakuan negara Palestina di perbatasan 1967.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement