Jumat 10 Dec 2021 16:13 WIB

Beredar Video Terakhir Helikopter Jenderal India Sebelum Jatuh

Jenderal Rawat beserta istri dan 11 personel tewas dalam kecelakaan tersebut.

Rep: Lintar Satria/ Red: Teguh Firmansyah
Kediaman Jenderal Bipin Rawat.
Foto: AP Photo/Altaf Qadri)
Kediaman Jenderal Bipin Rawat.

REPUBLIKA.CO.ID, NEWDELHI -- Rekaman diduga jatuhnya helikopter yang menewaskan Kepala Staf Pertahanan India (CDS) Bipin Rawat, istrinya, dan 11 personel angkatan bersenjata India beredar di media. Helikopter militer Mi-17V5 jatuh pada Rabu (8/12) lalu di Coonoor, Tamil Nadu.

Video tersebut merekam helikopter  Mi-17V5  terbang dekat Distrik Nilgiris. Diduga helikopter tersebut yang membawa para petinggi pertahanan India. Kantor berita India, ANI, melaporkan keaslian video yang disebarkan masyarakat setempat itu belum diverifikasi Angkatan Udara India.

Baca Juga

Rawat merupakan Kepala Staf Pertahanan India pertama yang menjabat mulai 2019 lalu. Masyarakat internasional menyampaikan belasungkawa atas kepergiannya.

Pada Jumat (10/12), Sputnik News melaporkan seorang jurnalis membagikan video tersebut di Twitter. Ia mengatakan, sumber kepolisian telah mengonfirmasi keaslian video tersebut pada situs berita The Quint.

Dalam video tersebut terdengar suara seseorang berkata, "Apa yang terjadi? Apakah jatuh atau tabrakan?" Satu orang yang lain menjawab, 'Ya'.

Istri Jenderal Bipin Rawat, Madhulika Rawat, dan 11 orang turut tewas dalam kecelakaan helikopter dari Pangkalan Udara Sulur di Kota Coimbatore ke Wellington. Jenderal Rawat akan menyampaikan pidato dan Fakultas Defence Services Staff College (DSSC) in Wellington.

Kapten Varun Singh satu-satunya yang selamat dari kecelakaan tersebut sedang dirawat di rumah sakit militer di Wellington. Sekitar 45 persen tubuhnya mengalami luka bakar. Dalam perkembangan terbaru disebutkan organ tubuhnya stabil. Para dokter juga diminta memindahkanya ke rumah sakit angkatan udara di Bengaluru, ibu kota Negara Bagian Karnataka.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement