Senin 20 Dec 2021 16:58 WIB

Jerman tak akan Terapkan Lockdown Sebelum Natal

Menteri Kesehatan Jerman mengesampingkan lockdown sebelum Natal

Rep: Fergi Nadira/ Red: Christiyaningsih
Pohon Natal terbesar di Jerman diterangi hanya untuk beberapa pengunjung di pasar Natal di Dortmund, Jerman, Rabu, 1 Desember 2021. Menteri Kesehatan Jerman mengesampingkan lockdown sebelum Natal.
Foto: AP/Martin Meissner
Pohon Natal terbesar di Jerman diterangi hanya untuk beberapa pengunjung di pasar Natal di Dortmund, Jerman, Rabu, 1 Desember 2021. Menteri Kesehatan Jerman mengesampingkan lockdown sebelum Natal.

REPUBLIKA.CO.ID, BERLIN - Menteri Kesehatan Jerman Karl Lauterbach mengesampingkan lockdown atau karantina wilayah selama masa Natal dan liburan akhir tahun. Namun dia tetap mengingatkan tentang .gelombang kelima kasus Covid-19 yang tak dapat dihindari, Untuk itu vaksinasi wajib sebagai satu-satunya cara untuk menghentikan pandemi.

"Tidak akan ada lockdown sebelum Natal di sini. Namun kita akan mendapatkan gelombang kelima, kita telah melewati jumlah kritis infeksi Omicron," kata Lauterbach yang berbicara di ARD pada Ahad (19/12) waktu setempat. "Gelombang ini tidak bisa lagi dihentikan sepenuhnya," ujarnya menambahkan.

Baca Juga

Dalam wawancara lain dengan BILD, Lauterbach mengatakan dia juga tidak mengharapkan akan ada lockdown keras setelah liburan. Jerman melarang orang yang tidak divaksinasi memasuki tempat-tempat yang tidak penting pada awal bulan. Langkah ini dilakukan dalam upaya untuk mengendalikan kasus yang meningkat di tengah penyebaran varian Omicron.

"Pemerintah masih perlu menjelaskan kepada rakyat apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan selama musim liburan," kata Lauterbach tanpa merinci tindakan apa yang sedang dibahas.

Panel penasihat ilmiah pemerintah mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa perlu untuk membatasi kontak antara orang-orang. Data sejauh ini menunjukkan booster saja tidak akan cukup untuk menahan penyebaran virus.

"Mengingat seberapa cepat dan luas penyebaran varian Omicron, dengan kasus Omicron berlipat ganda setiap 2-4 hari di Jerman saat ini, lebih lambat dari tingkat pertumbuhan Inggris tetapi lebih cepat daripada penyebaran varian lain di Jerman diperkirakan akan terjadi kelebihan beban rumah sakit," kata pernyataan panel penasehat pemerintah Jerman.

Hampir 70 persen populasi Jerman telah divaksinasi penuh terhadap virus, menurut data dari 17 Desember. Institut Robert Koch untuk penyakit menular Jerman mencatat 29.348 kasus Covid-19 baru pada Ahad (19/12) dan 180 kematian. Jumlah kasus harian baru meningkat secara signifikan pada Oktober dan November, tetapi perlahan-lahan turun sejak awal bulan.

Lauterbach mengulangi seruannya untuk membuat vaksinasi wajib. Kewajiban vaksin menjadi sebuah kebijakan yang akan diperdebatkan parlemen awal tahun depan dan yang menurut Kanselir Olaf Scholz dia dukung. "Saya yakin kita bisa mengalahkan ini jika kita menutup kesenjangan dalam vaksinasi dengan vaksin wajib. Itu adalah keyakinan saya yang jelas," kata Lauterbach.

sumber : Reuters

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement