Rabu 22 Dec 2021 20:51 WIB

Uni Eropa Gelontorkan USD632 Juta Dukung Pengungsi di Turki

Uni Eropa akan mengirimkan tambahan dana untuk mendukung pengungsi di Turki

Uni Eropa akan mengirimkan tambahan dana untuk mendukung pengungsi di Turki.
Uni Eropa akan mengirimkan tambahan dana untuk mendukung pengungsi di Turki.

REPUBLIKA.CO.ID, ISTANBUL - Uni Eropa akan mengirimkan tambahan dana EUR560 juta (USD632 juta) untuk mendukung pengungsi di Turki serta perlindungan perbatasan negara itu, kata otoritas Uni Eropa pada Selasa.

Dana tersebut akan digunakan untuk mendukung pendidikan berkualitas inklusif bagi pengungsi di Turki dan akses ke pendidikan tinggi serta urusan migrasi dan perlindungan perbatasan Turki bedasarkan dana tambahan EUR3 miliar yang diumumkan oleh Presiden (Komisi Eropa) von der Leyen pada Juni 2021 untuk menyalurkan bantuan untuk pengungsi di Turki pada periode 2021-2023. Demikian kata pernyataan dari komisi Uni Eropa.

Baca Juga

Sebanyak EUR530 juta akan mendukung pendidikan inklusif berkualitas bagi pengungsi di Turki dan akses ke pendidikan tinggi, terutama melalui beasiswa yang dimulai pada 2016, tambah pernyataan itu. Program tersebut menyediakan gaji bagi guru, biaya transportasi, peralatan dan perlengkapan pendidikan, menyediakan kelas tambahan dan uang saku bagi pelajar, pelatihan bahasa Turki, pelatihan guru, program bimbingan dan konseling sekolah, pendidikan anak usia dini.

Proyek Bantuan Tunai Bersyarat untuk Pendidikan (CCTE) akan membantu sekolah sekitar 695 ribu anak-anak pengungsi melalui bantuan tunai. Hibah juga akan mendukung “akses pengungsi ke pendidikan tinggi termasuk melalui beasiswa dan layanan dukungan terkait,” tambah pernyataan itu.

Sementara EUR30 juta lainnya akan digunakan untuk membantu mengatasi migrasi dan masalah di perbatasan, kata pernyataan itu. Komisi UE menambahkan peningkatan kapasitas dan peningkatan standar dan kondisi bagi para migran di pusat-pusat penampungan Turki, serta perbaikan dalam menangani masalah-masalah terkait migrasi di bandara Turki.

Uni Eropa mengatakan bahwa dana bantuan bertujuan untuk meningkatkan pengelolaan pusat penerimaan dan penerimaan sesuai dengan standar hak asasi manusia dan pendekatan sensitif gender. Ini memastikan pemindahan migran gelap yang aman dan bermartabat, akses ke layanan berkualitas, dan tempat tinggal dan akomodasi dalam kondisi yang sesuai.

Menurut pernyataan itu, UE mendukung upaya Direktorat Jenderal Manajemen Migrasi Turki melalui implementasi yang efektif dari Dokumen Strategi Turki dan Rencana Aksi Nasional tentang Migrasi Tidak Beraturan (2021-2025).

“Intervensi bersama dengan Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) untuk meningkatkan kerja sama antar-lembaga dan kapasitas badan-badan migrasi secara berkelanjutan dan manajemen perbatasan yang beroperasi di bandara-bandara,” lanjut pernyataan itu.

Pada 2016, UE dan Turki mencapai kesepakatan untuk menghentikan arus pengungsi ilegal dan memperbaiki kondisi pengungsi Suriah di Turki. Blok tersebut menjanjikan bantuan EUR6 miliar (USD7 miliar) untuk para pengungsi di negara itu dan kini mereka sudah mengucurkan sekitar EUR4 miliar, menurut pengakuan otoritas Uni Eropa.

Turki mengeluh bahwa Uni Eropa gagal menepati kesepakatannya dan tidak mengirim semua uang yang dijanjikannya. Turki menampung sekitar 4 juta pengungsi, komunitas pengungsi terbesar di dunia, termasuk 3,6 juta pengungsi Suriah terdaftar dan 370 ribu pengungsi terdaftar dari negara lain.

sumber : https://www.aa.com.tr/id/dunia/uni-eropa-gelontorkan-usd632-juta-dukung-pengungsi-di-turki/2454018
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement