Rabu 12 Jan 2022 12:50 WIB

Taiwan Tangguhkan Latihan Tempur F-16 Seusai Insiden Jatuh ke Laut

Jet tempur paling canggih milik Taiwan F-16V jatuh ke laut dan pilot belum ditemukan

Rep: Fergi Nadira/ Red: Christiyaningsih
 Personel Angkatan Udara Taiwan menjaga jet tempur F-16V. Jet tempur paling canggih milik Taiwan F-16V jatuh ke laut dan pilot belum ditemukan.
Foto: EPA-EFE/RITCHIE B. TONGO
Personel Angkatan Udara Taiwan menjaga jet tempur F-16V. Jet tempur paling canggih milik Taiwan F-16V jatuh ke laut dan pilot belum ditemukan.

REPUBLIKA.CO.ID, TAIPEI - Angkatan udara Taiwan menangguhkan pelatihan tempur untuk armada F-16 setelah jet model barunya jatuh ke laut, Selasa (11/2/2022). F-16V yang merupakan tipe paling canggih hilang dari layar radar seusai lepas landas dari Pangkalan Udara Chiayi untuk misi pelatihan.

Presiden Taiwan Tsai Ing-wen mengeluarkan instruksi untuk tidak menyia-nyiakan upaya dalam misi pencarian dan penyelamatan atas jatuhnya jet tersebut. Dia juga menekankan untuk lebih memperjelas penyebab kecelakaan itu.

Baca Juga

Pusat Komando Penyelamatan pemerintah mengatakan para saksi telah melihat pesawat itu jatuh ke laut. Helikopter serta kapal sedang mencari pilotnya.

Inspektur Jenderal Angkatan Udara Liu Hui-chien mengatakan pesawat itu baru saja ditingkatkan ke versi "V", dengan sistem senjata dan avionik baru. "Pelatihan tempur untuk armada F-16 kini telah ditangguhkan," ujar Liu seperti dikutip laman CNN, Rabu (12/1/2022).

Pada akhir 2020, sebuah F-16 menghilang tak lama setelah lepas landas dari Pangkalan Udara Hualien di pantai timur Taiwan dalam misi pelatihan rutin. Tahun lalu, dua pesawat tempur F-5E, yang pertama kali memasuki militer Taiwan pada 1970-an, jatuh ke laut di lepas pantai tenggara setelah mereka tampaknya bertabrakan di udara selama misi pelatihan.

Sementara angkatan udara Taiwan yang terlatih dengan baik telah berusaha keras dari berulang kali berebut untuk melihat pesawat militer China dalam dua tahun terakhir, meskipun kecelakaan itu tidak terkait dengan kegiatan pencegatan ini. China, yang mengklaim pulau demokrasi itu sebagai miliknya, telah secara rutin mengirim pesawat ke zona pertahanan udara Taiwan. Sebagian besar pesawat diterbangkan di sekitar Kepulauan Pratas yang dikuasai Taiwan tetapi terkadang juga ke wilayah udara antara Taiwan dan Filipina.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement