Sabtu 15 Jan 2022 15:23 WIB

CDC Desak Warga AS Sebisa Mungkin Pakai Masker Paling Protektif

Warga AS dapat memilih masker seperti N95 dan KN95.

Rep: Fergi Nadira/ Red: Friska Yolandha
Seorang perempuan mengenakan masker N95, Selasa, 4 Januari 2022, di Puyallup, Wash., selatan Seattle. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) mengubah panduannya terkait penggunaan masker untuk melindungi diri dari Covid-19.
Foto: AP/Ted S. Warren
Seorang perempuan mengenakan masker N95, Selasa, 4 Januari 2022, di Puyallup, Wash., selatan Seattle. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) mengubah panduannya terkait penggunaan masker untuk melindungi diri dari Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) mengubah panduannya terkait penggunaan masker untuk melindungi diri dari Covid-19. CDC mendesak warga Amerika sebisa mungkin mengenakan masker paling protektif, Jumat (14/1) waktu Amerika.

"Masyarakat dapat memilih respirator seperti N95 dan KN95," kata CDC di laman website resminya.

Baca Juga

CDC dalam hal ini juga mengumumkan bahwa pasokan N95 di negara tersebut masih aman. "Orang Amerika harus mengenakan masker paling protektif yang Anda bisa yang pas dan akan Anda kenakan secara konsisten," tambah CDC.

CDC mengatakan ingin mendorong masyarakat untuk memakai masker senyaman mungkin ketimbang mendesak pemakaian masker dengan proteksi tinggi, tetapi juga secara eksplisit mengatakan bahwa respirator memberikan tingkat perlindungan terbaik. Dikatakan bahwa produk kain tenunan longgar memberikan perlindungan paling sedikit.

"Masker adalah alat kesehatan masyarakat yang penting untuk mencegah penyebaran Covid-19, dan penting untuk diingat bahwa masker apa pun lebih baik daripada tidak menggunakan masker," tulis CDC.

CDC mengatakan rekomendasi yang direvisi mencerminkan penelitian tentang masker dalam dua tahun terakhir sejak awal pandemi. Lebih banyak orang Amerika baru-baru ini memilih masker dengan perlindungan tingkat tinggi di tengah lonjakan kasus.

Pada Mei tahun lalu, CDC mengumumkan bahwa orang yang divaksinasi penuh dapat melepaskan maskernya karena kasus Covid-19 saat itu menurun. Namun pada Juli, CDC mengatakan orang yang divaksinasi penuh harus memakai masker di tempat umum dalam ruangan di daerah di mana Covid-19 menyebar dengan cepat.

Pekan ini, CDC mengatakan 99,5 persen wilayah AS saat ini dicakup oleh rekomendasi masker. Beberapa pembuat N95 AS mengatakan, bahwa mereka memiliki rekor penjualan N95 setelah Anthony Fauci, kepala penasihat medis AS, merekomendasikan penggunaannya.

Masker N95 yang dikenakan dengan benar akan menyaring setidaknya 95 persen partikel di udara, mencegah apa pun yang lebih besar dari 0,3 mikron untuk melewatinya. Los Angeles County pada Senin akan meminta beberapa pengusaha untuk menyediakan masker "kelas medis" masker bedah, KF94, KN95 atau N95, kepada pekerja yang berisiko tinggi tertular infeksi Covid-19 di tempat kerja.

Presiden AS Joe Biden mengatakan pada Kamis pekan ini bahwa pemerintah federal berencana untuk membuat masker berkualitas tinggi yang tersedia untuk orang Amerika secara gratis. Dalam langkah lain, Gedung Putih pada Jumat mengatakan pemerintah akan mulai mengirimkan 500 juta tes Covid-19 ke Amerika akhir bulan ini tanpa biaya.

AS memimpin dunia dalam kematian Covid-19, sekitar 850 ribu bahkan ketika negara itu memerangi lonjakan kasus yang melibatkan varian virus corona Omicron yang menyebar cepat. Masalah rumit lain adalah penolakan beberapa orang Amerika untuk divaksinasi.

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement
Advertisement