Rabu 19 Jan 2022 20:15 WIB

1 Juta Pekerja Asing Hengkang dari Arab Saudi, Ini Penyebabnya

Biaya untuk pekerja asing di Arab Saudi cukup tinggi

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Nashih Nashrullah
Bendera Arab Saudi. Biaya untuk pekerja asing di Arab  Saudi cukup tinggi.
Foto: AP/Amr Nabil
Bendera Arab Saudi. Biaya untuk pekerja asing di Arab Saudi cukup tinggi.

REPUBLIKA.CO.ID, DUBAI – Lebih dari 1,05 juta pekerja asing baik itu pria dan wanita telah meninggalkan pasar tenaga kerja Saudi. Hal ini karena penerapan biaya ekspatriat yang dimulai pada 2018. 

Angka yang mencapai 1 juta lebih orang itu, menurut laporan pemerintah, mewakili 10,12 persen dari total tenaga kerja asing. Mereka keluar dari pasar selama periode 45 bulan terakhir, mulai dari awal 2018 hingga akhir kuartal ketiga 2021. 

Baca Juga

Keluarnya orang asing yang besar, sebagaimana dilansir laman Gulf News, Rabu (19/1), terutama disebabkan oleh penerapan biaya ekspatriat yang dimulai pada 2018. 

Jumlah biaya bulanan ekspatriat bisa mencapai 400 Riyal Saudi per karyawan selama 2018 dan meningkat menjadi 600 Riyal Saudi pada 2019 dan 800 Riyal Saudi pada 2020. 

Jumlah pekerja non-Saudi mencapai sekitar 10,42 juta pada akhir 2017 sebelum pengenaan biaya ekspatriat. Namun, angka ini mulai menurun dari tahun ke tahun mencapai sekitar 9,36 juta pada akhir kuartal ketiga 2021. 

Selama periode yang sama, jumlah pekerja laki-laki dan perempuan Arab Saudi melonjak 5,66 persen dengan peningkatan sekitar 179 ribu warga laki-laki dan perempuan, sehingga jumlah pekerja Arab Saudi menjadi 3,34 juta, dibandingkan dengan 3,16 juta pada akhir 2017. 

Jumlah pria dan wanita Saudi yang menaati aturan tersebut dan peraturan asuransi sosial setelah bergabung dengan Organisasi Umum untuk Asuransi Sosial (GOSI) melonjak 7,73 persen selama periode yang sama. 

Ada lebih dari 153 ribu karyawan pria dan wanita Arab Saudi mendapatkan akses ke database asuransi, sehingga jumlah total pekerja yang tunduk pada sistem ini menjadi sekitar 2,14 juta.   

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement