Kamis 27 Jan 2022 11:10 WIB

Gaza Miliki Toko Makanan Kesehatan Pertama Bantu Penderita Diabetes

Makanan bagi penderita diabetes ini memakai pemanis dari daun tanaman stevia.

Rep: Dwina agustin/ Red: Friska Yolandha
Muffin (ilustrasi). Penderita diabetes dan yang sadar kalori dapat menikmati makanan yang lebih beragam di toko makanan kesehatan pertama di Gaza.
Foto: Thekitchn
Muffin (ilustrasi). Penderita diabetes dan yang sadar kalori dapat menikmati makanan yang lebih beragam di toko makanan kesehatan pertama di Gaza.

REPUBLIKA.CO.ID, GAZA -- Penderita diabetes dan yang sadar kalori dapat menikmati makanan yang lebih beragam di toko makanan kesehatan pertama di Gaza. Kue, permen, dan makanan lainnya disiapkan dengan pengganti gula.

Hana Al-Wakeel membuka toko "Rumah Sehat" dua bulan lalu. Toko ini dibangun setelah dokter mata berusia 32 tahun itu mengalihkan fokusnya dari perawatan mata ke memasak karena mengidentifikasi celah di pasar untuk penderita diabetes dan orang-orang yang mencari makanan sehat.

Baca Juga

"(Pelanggan saya) adalah orang-orang yang sedang diet, penderita diabetes dan orang-orang yang menghindari gula putih, orang-orang yang makan sehat dan tidak suka lemak dan minyak," kata Wakeel di dalam toko kecil di Kota Gaza.

Alih-alih memakai gula dalam olahan makan, Wakeel menggunakan stevia atau pemanis yang berasal dari daun tanaman stevia. Jenis tanaman ini adalah salah satu pengganti gula yang disetujui oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat untuk digunakan oleh penderita diabetes, yang harus memantau kadar gula darah dengan cermat.

Wakeel mengatakan orang tua dengan anak diabetes adalah salah satu pelanggan utamanya. "Banyak anak menderita diabetes dan senang mendengar ibu dan ayah mengatakan mereka membiarkan anak-anak mereka memilih apa yang mereka inginkan tanpa khawatir," katanya mencampur cokelat rendah lemak untuk menyiapkan pancake.

Pejabat kesehatan Palestina mengatakan sekitar 100.000 orang menderita diabetes di Jalur Gaza, yang berpenduduk 2,3 juta. "Saya telah mengikuti gaya hidup sehat untuk sementara waktu dan akhirnya saya menemukan tempat untuk membuat barang-barang ini. Saya mengambil barang-barang saya dari mereka sekarang," ujar warga Gaza bernama Emme Moataz yang membeli membeli muffin dan kue di toko Wakeel.

Selain Moataz, seorang pasien diabetes bernama Mahmoud Abu Al-Ouf pun merasakan kemudahan dalam membeli makanan khusus. "Saya senang ada orang yang peduli dengan kategori kelompok ini. Ini memungkinkan untuk datang ke toko yang dijamin, tanpa harus memikirkan ke mana harus pergi,” kata Mahmoud Abu Al-Ouf.

sumber : Reuters
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement