Rabu 23 Feb 2022 13:36 WIB

Nakes Hong Kong Sulit Peroleh Ruang Isolasi Covid-19

Infeksi harian Hong Kong telah melonjak 70 kali sejak awal Februari.

Rep: Dwina agustin/ Red: Friska Yolandha

REPUBLIKA.CO.ID, HONG KONG -- Perawat di garis depan perjuangan Hong Kong melawan Covid-19 bernama Yee, baru-baru ini menjadi salah satu pasien yang harus ditolak oleh rumah sakitnya. Kondisi ini ini setelah bangsal isolasi, kemudian koridor, menjadi penuh sesak dengan pasien.

Yee memang mengalami gejala ringan dan telah mengambil cuti dari pekerjaan di rumah sakit Kwong Wah. Namun, perempuan berusia 25 tahun itu menyebarkan virus ke ayahnya yang di rumah.

Baca Juga

Perawat ini pun takut ibu dan saudara laki-lakinya juga tertular. Aturan mengatakan dia harus dikirim ke fasilitas karantina, tetapi tidak ada yang menghubungi selama tujuh hari terakhir untuk urusan tersebut.

Bangsal isolasi dengan 40 tempat tidur sekarang menampung 60 orang, beberapa pasien dirawat di koridor. Pasien dari bangsal umum yang dirawat karena alasan non-Covid kemudian ditemukan positif dan telah menginfeksi pasien dan perawat lain, yang juga dipulangkan.

"Anda terus menambahkan tempat tidur, tetapi bukan sumber daya manusia," kata Yee, yang menolak memberikan nama belakangnya, karena takut akan dampaknya di tempat kerja.

"Rekan-rekan saya kelebihan beban, satu hingga lusinan pasien," ujarnya.

Perawat dan dokter di rumah sakit lain mengatakan situasinya serupa di seluruh sistem kesehatan Hong Kong. Infeksi harian telah melonjak 70 kali sejak awal Februari.

Beberapa rumah sakit, orang tua dan anak-anak yang terbaring di tempat tidur terlihat dibiarkan berjam-jam di tempat parkir. Mereka menunggu dalam cuaca dingin dan hujan, dalam pemandangan yang mengejutkan penduduk dan banyak komunitas medis global.

Rumah Sakit Kwong Wah mengatakan mereka menggunakan setiap ruang yang layak untuk menampung pasien. Sementara staf yang terinfeksi akan dikirim ke fasilitas isolasi yang sesuai.

Sedangkan otoritas Rumah Sakit Hong Kong mengatakan menghadapi tekanan luar biasa dan telah menerapkan kebijakan triase baru. Kebijakan ini akan memberikan prioritas kepada pasien lanjut usia dan anak-anak dalam kondisi serius.

 

sumber : Reuters
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement