Jumat 25 Feb 2022 01:40 WIB

Ukraina Resmi Putus Hubungan Diplomatik dengan Rusia

Tanggapi invasi, Ukraina resmi putus hubungan diplomatik dengan Rusia

Rep: Fergi Nadira/ Red: Christiyaningsih
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy. Tanggapi invasi, Ukraina resmi putus hubungan diplomatik dengan Rusia. Ilustrasi.
Foto: Ukrainian Presidential Press Office via AP
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy. Tanggapi invasi, Ukraina resmi putus hubungan diplomatik dengan Rusia. Ilustrasi.

REPUBLIKA.CO.ID, KIEV - Ukraina telah memutuskan semua hubungan diplomatik dengan Rusia. Langkah ini dibuat setelah Presiden Vladimir Putin mengizinkan invasi habis-habisan ke wilayah Ukraina melalui darat, udara, dan laut pada Kamis (24/2/2022).

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengumumkan bahwa negaranya memutuskan hubungan diplomatik dengan Moskow sebagai tanggapan atas invasi Rusia ke tetangganya yang didukung Barat. Ini menandai putusnya hubungan pertama sejak Rusia dan Ukraina menjadi negara merdeka setelah runtuhnya Uni Soviet pada 1991.

Baca Juga

"Kami memutuskan hubungan diplomatik dengan Rusia," kata Zelenskyy dalam pesan video pada Kamis dikutip laman Aljazirah, Jumat (25/2/2022). “Ukraina membela diri dan tidak akan melepaskan kebebasannya, tidak peduli apa yang dipikirkan Moskow. Rusia dengan kejam dan bunuh diri menyerang negara kita di pagi hari. Sama seperti yang dilakukan Jerman fasis selama perang dunia kedua," ujarnya menambahkan.

Ukraina dan Rusia mempertahankan hubungan sepanjang sejarah yang kompleks yang mencakup dua revolusi pro-Barat di Kiev pada 2004 dan 2014 yang sangat ditentang oleh Kremlin. Keputusan Zelenskyy datang beberapa jam setelah Putin melancarkan serangan yang mencakup serangan udara dan invasi darat di sepanjang perbatasan utara dan selatan Ukraina.

Serangan dimulai setelah Putin mengatakan dalam pidato yang disiarkan televisi bahwa dia telah menyetujui "operasi militer khusus". Langkah tersebut dilakukan setelah Moskow sebelumnya mengakui wilayah Luhansk dan Donetsk dan setelah kedua wilayah itu meminta bantuan pada Moskow.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement