Selasa 01 Mar 2022 14:56 WIB

Tanker Minyak Rusia Menuju ke Malaysia

Kapal ini diperkirakan tiba di pelabuhan Sungai Linggi, Malaysia, pada Ahad.

Rep: Dwina agustin/ Red: Friska Yolandha
Kapal tanker Sun Arrows memuat muatannya berupa gas alam cair dari proyek Sakhalin-2 di pelabuhan Prigorodnoye, Rusia, pada Jumat, 29 Oktober 2021.
Foto: AP/AP
Kapal tanker Sun Arrows memuat muatannya berupa gas alam cair dari proyek Sakhalin-2 di pelabuhan Prigorodnoye, Rusia, pada Jumat, 29 Oktober 2021.

REPUBLIKA.CO.ID, KUALA LUMPUR -- Sebuah kapal berbendera Rusia yang ditargetkan oleh sanksi Amerika Serikat dan diduga membawa minyak Iran sedang menuju ke Malaysia. Laporan ini berasal dari data pengiriman situs pelacakan kapal MarineTraffic.com pada Senin (28/2/2022).

Sebuah kapal tanker minyak mentah yang diidentifikasi dalam dokumen Departemen Keuangan AS yang merinci sanksi terhadap Rusia bernama Linda berada di Samudra Hindia. Kapal ini diperkirakan tiba di pelabuhan Sungai Linggi di pantai barat Malaysia pada Ahad (27/2/2022).

Baca Juga

Tidak segera jelas apakah pihak berwenang di Malaysia berencana mengizinkan kapal itu berlabuh. Departemen kelautan dan Kementerian Luar Negeri tidak menanggapi permintaan komentar.

Kelompok advokasi AS United Against a Nuclear Iran (UANI), yang memantau lalu lintas kapal tanker terkait Iran melalui pelacakan kapal dan satelit, mengatakan Linda sedang mengangkut minyak Iran yang ditransfer dari kapal lain di laut pada 30 Januari. Menurut kepala staf UANI Claire Jungman, kapal itu memuat minyak mentah dari pelabuhan Iran 10 hari sebelum melakukan transfer ke Linda.

Tujuan pengiriman minyak, menurut Jungman, tidak diketahui tetapi dapat dipindahkan ke kapal lain di perairan Malaysia atau Singapura. Menurut AS, Linda dimiliki oleh PSB Leasing, unit pemberi pinjaman Rusia Promsvyazbank, yang juga terkena sanksi internasional.

Dalam sebuah pernyataan Promsvyazbank mengatakan, PSB Leasing tidak memiliki Linda. Perusahan ini menyatakan bahwa kapal itu telah ditebus oleh pemiliknya pada April 2021. Sedangkan bank tidak memberi tahu siapa pemiliknya.

Pihak berwenang Prancis menangkap kapal lain, Baltic Leader, yang menurut mereka dimiliki oleh PSB Leasing pada Sabtu. Promsvyazbank juga membantah bahwa anak perusahaannya memiliki kapal tersebut.

sumber : Reuters

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement