Selasa 01 Mar 2022 19:24 WIB

Taliban Gelar Operasi Sisir Penjahat, Puluhan Berhasil Ditangkap di Kabul 

Taliban gelar operasi penangkapan penjahat untuk ciptakan rasa aman

Rep: Mabruroh/ Red: Nashih Nashrullah
Milisi Taliban (ilustrasi). Taliban gelar operasi penangkapan penjahat untuk ciptakan rasa aman
Foto: english.alarabiya.net
Milisi Taliban (ilustrasi). Taliban gelar operasi penangkapan penjahat untuk ciptakan rasa aman

REPUBLIKA.CO.ID, KABUL — Taliban melakukan operasi pembersihan penjahat di seluruh Afghanistan. Selama operasi penyisiran, Taliban mengamankan puluhan orang diduga penjahat pada Ahad (27/2) kemarin. 

“Pasukan Taliban telah menangkap puluhan penjahat, penculik, dan penyelundup dalam operasi di seluruh Kabul,” kata juru bicara Taliban, Zabiullah Mujahid dilansir dari The National News, Senin (28/2). 

Baca Juga

Menurut Mujahid, operasi pembersihan baru dimulai di Ibukota, Kabul dan akan berlanjut di seluruh wilayah. Adapun tujuan operasi ini, adalah untuk mengumpulkan senjata dan menangkap tersangka. 

“Operasi itu berhasil. Ratusan senjata ringan dan berat disita, termasuk peluncur roket dan granat,” kata Mujahid. 

Lebih dari 60 ribu butir amunisi ditemukan, serta 13 kendaraan lapis baja dan 13 ton bubuk mesiu dan bahan peledak. 

Taliban mengatakan sembilan penculik, enam anggota ISIS dan 53 pencuri ditangkap. Dua orang yang diculik dibebaskan. 

Operasi yang dilakukan tentara Taliban dengan cara, pergi dari pintu ke pintu. Ini telah menarik kritik di tengah laporan pelecehan yang diderita oleh warga sipil, termasuk kelompok minoritas dan wanita, di tangan pasukan Taliban. 

“Intimidasi, penggeledahan rumah, penangkapan dan kekerasan terhadap anggota kelompok etnis dan perempuan yang berbeda adalah kejahatan dan harus segera dihentikan,”  kata Duta Besar Uni Eropa untuk Afghanistan, Andreas von Brandt melalui cuitannya di twitter. 

Mr von Brandt belum kembali ke negara itu sejak pengambilalihan Taliban pada Agustus tahun lalu.  

Menanggapi kritik tersebut, Mujahid mengatakan operasi itu "terorganisasi dengan baik" dan termasuk personel keamanan wanita. 

"Semua upaya ini untuk kepentingan rakyat. Rakyat dan pemerintah perlu melancarkan operasi semacam itu,” ujar Mujahid. 

Mujahid juga menyambut baik keputusan Amerika Serikat baru-baru ini untuk melonggarkan pembatasan pada bank-bank Afghanistan. 

Lisensi umum yang dikeluarkan oleh Departemen Keuangan Amerika Serikat akan memungkinkan transfer uang untuk pengusaha Afghanistan dan lainnya, tetapi tidak termasuk anggota Taliban. 

Mujahid mengatakan dia berharap Amerika Serikat akan terus melonggarkan pembatasan. Miliaran dolar aset Afghanistan dibekukan di bank-bank Amerika Serikat, ini menghambat kerja lembaga-lembaga negara yang sejak dulu bergantung pada dana bantuan itu. 

 

Sumber: thenationalnews

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement