Senin 07 Mar 2022 11:37 WIB

Shell Jual Minyak Rusia, Keuntungannya untuk Ukraina

Shell harus melakukan pembeliaan itu di tengah upaya mencari alternatif selain Rusia

Rep: Lintar Satria/ Red: Esthi Maharani
Oli Shell.
Foto: shell
Oli Shell.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Perusahaan minyak raksasa Shell akan menyalurkan keuntungan dari minyak yang dibeli dari Rusia ke dana bantuan kemanusiaan Ukraina, Sabtu (5/3/2022) lalu. Pada Jumat (4/3/2022) Shell membeli satu kargo minyak mentah Rusia dengan harga diskon terendah.

Perdagangan minyak pertama sejak Rusia menginvasi Ukraina pada 24 Februari lalu. Pembelian yang tidak melanggar sanksi negara-negara Barat terhadap Moskow itu dikritik Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba.

"Saya diberitahu kemarin diam-diam Shell membeli minyak dari Rusia, satu pertanyaan untuk @Shell: apakah minyak Rusia berbau darah orang Ukraina bagi anda," cicit Kuleba.

Tidak lama kemudian Shell mengeluarkan pernyataan membela diri. Mereka mengatakan mereka harus melakukan pembeliaan itu di tengah upaya mencari alternatif selain Rusia sesegera mungkin tapi hal itu tidak dapat dilakukan dalam waktu singkat mengingat betapa besarnya pasokan minyak Rusia pada pasar global.

"Kami tidak mengambil keputusan ini dengan ringan dan kami memahami kekuatan perasaan di sekitarnya," katanya.

Shell mengatakan akan memberikan setiap keuntungan dari minyak Rusia yang dibeli secara terbatas pada dana bantuan. Lembaga kemanusiaan akan menentukan kemana dana itu akan digunakan untuk membantu masyarakat Ukraina yang sedang kesusahan.

Eksportir Rusia mengalami masalah sulit dengan jalur kredit, pengiriman dan asuransi. Sehingga banyak pembeli yang menunda dan membatalkan pembelian minyak mentah Rusia.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement