Jumat 11 Mar 2022 08:26 WIB

Rusia: Tidak Ada yang Dapat Gantikan Proses Negosiasi

Di Turki selatan, Menlu Rusia bertemu dengan Menlu Ukraina dan Turki

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan  melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS).  Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.

MOSKOW/ANTALYA, Turki -- Pertemuan dengan menteri luar negeri Ukraina pada Kamis (10/3/2022) menunjukkan tidak ada yang dapat menggantikan proses negosiasi, kata menteri luar negeri Rusia usai pertemuan tripartit dengan Ukraina dan Turki di Antalya, Turki. Ini merupakan pertemuan tingkat tertinggi sejak perang dimulai dua pekan lalu.

Berbicara dalam konferensi pers setelah pembicaraan, Sergey Lavrov memperingatkan Barat agar tidak memberikan senjata kepada Ukraina dan mengklaim negara-negara yang melakukannya “telah menciptakan ancaman bagi diri mereka sendiri karena senjata itu tidak memiliki kendali atas penggunaannya.”

“Mitra-mitra asing, termasuk Uni Eropa, bertindak berbahaya ketika mereka mengirimkan senjata mematikan ke Ukraina,” kata Lavrov.

“Mereka yang mengirim senjata ke Ukraina, (atau) mendorong tentara bayaran, akan bertanggung jawab atas tindakan mereka.”

Tentang pemboman Rusia terhadap rumah sakit bersalin di Mariupol, Ukraina pada Rabu, Lavrov mengatakan, "Media Barat memutarbalikkan fakta tentang rumah bersalin yang dibom di Mariupol, karena tidak ada pasien di sana."

Dia menambahkan bahwa Moskow memberikan bukti kepada PBB bahwa fasilitas itu digunakan oleh batalion Azov, milisi Ukraina yang dikaitkan Rusia dengan Nazisme.

Baca juga : Putin Yakin Rusia Dapat Menahan Perang Ekonomi

Lavrov juga mengklaim Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyetujui pertemuan Kamis untuk "pamer", bukan untuk benar-benar mengatasi masalah.

Dia menambahkan Presiden Rusia Vladimir Putin tidak menolak untuk mengadakan pertemuan dengan Zelenskyy dan banyak pekerjaan yang perlu diselesaikan.

“Putin tidak pernah menghindari kontak. Kami hanya tidak ingin kontak ini terjadi (hanya) untuk kata-kata,” kata Lavrov.

Rusia tidak akan memulai "operasi militer" di Ukraina jika Barat tidak menolak proposal Moskow untuk jaminan keamanan, kata Lavrov.

'Tidak ada perang nuklir'

“Barat menyerang Yugoslavia karena tidak menginginkan negara-negara besar di Balkan, dan hal yang sama mungkin berlaku untuk Rusia,” kata dia.

“Satu-satunya hal yang diinginkan Barat dari Ukraina adalah terus bekerja melawan Rusia,” klaimnya.

Lavrov juga mengatakan Moskow tidak pernah menggunakan minyak atau gas sebagai senjata.

Baca juga : Ukraina: Rusia Sedang Bersiap Rebut Ibu Kota Kiev

Dia juga menuduh "krisis energi" diciptakan oleh pembicaraan terkait embargo penggunaan hidrokarbon Rusia.

Lavrov juga mengatakan bahwa dia tidak percaya dan tidak ingin percaya adanya kemungkinan perang nuklir.

Presiden Rusia Vladimir Putin menempatkan pasukan nuklir negaranya dalam siaga tinggi sejak perang di Ukraina dimulai pada 24 Februari yang telah memicu kekhawatiran baru akan konfrontasi nuklir.

Para menteri luar negeri Turki, Ukraina, dan Rusia bertemu pada Kamis dengan tujuan mencapai perdamaian karena perang telah memasuki minggu ketiga.

Pertemuan tripartit tingkat tinggi dimulai pada pukul 11.20 waktu setempat (0820GMT) di sela-sela Forum Diplomasi Antalya dan berlangsung selama lebih satu jam.

Baca juga : Facebook Izinkan Konten Serukan Kekerasan terhadap Rusia

 

sumber : https://www.aa.com.tr/id/turki/rusia-pertemuan-dengan-menlu-ukraina-tunjukkan-tidak-ada-yang-dapat-gantikan-proses-negosiasi/2530587
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement