Jumat 18 Mar 2022 08:44 WIB

Schwarzenegger: Kremlin Sengaja Berbohong pada Rakyat Rusia

Schwarzenegger mengatakan rakyat Rusia telah diberi informasi palsu mengenai invasi

Rep: Lintar Satria/ Red: Esthi Maharani
Arnold Schwarzenegger mengatakan pada rakyat Rusia mereka telah diberi informasi palsu mengenai serangan ke Ukraina
Foto: EPA
Arnold Schwarzenegger mengatakan pada rakyat Rusia mereka telah diberi informasi palsu mengenai serangan ke Ukraina

REPUBLIKA.CO.ID, CALIFORNIA — Mantan Gubernur California dan aktor Hollywood Arnold Schwarzenegger mengatakan pada rakyat Rusia mereka telah diberi informasi palsu mengenai serangan ke Ukraina. Ia juga meminta Presiden Rusia Vladimir Putin menghentikan serangan.

Dalam video berdurasi sekitar sembilan menit di Twitter, Schwarzenegger mengatakan Kremlin sengaja berbohong pada rakyat Rusia dengan menyebut serangan ke negara tetangganya itu sebagai "denazifikasi." Rusia menggambarnya sebagai "operasi militer khusus."

"Ukraina tidak memulai perang ini, begitu pula nasionalis atau Nazi, ini bukan perang rakyat Rusia," kata Schwarzenegger, Kamis (17/3/2022).

Ia mencatat Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy merupakan keturunan Yahudi. Invasi terbesar sejak Perang Dunia II meluluhlantakan kota-kota Ukraina dan memaksa lebih dari 3 juta orang mengungsi ke negara tetangga.

Tidak diketahui berapa banyak yang diketahui rakyat Rusia mengenai perang ini. Pasalnya Kremlin telah memutus akses terhadap berbagai situs dan saluran media independen.

Schwarzenegger meminta rakyat Rusia untuk menyebarkan pesan mengenai "bencana kemanusiaan." Ia juga menyemangati pengunjuk rasa Rusia dengan mengatakan seluruh dunia melihat mereka.

'Dunia melihat keberanian kalian, kami tahu penderitaan kalian atas konsekuensi keberanian kalian, kalian pahlawan baru saya," katanya.

Mantan politisi Partai Republik berusia 74 tahun yang memulai karirnya sebagai binaragawan sebelum terkenal menjadi bintang film itu juga meminta Putin menghentikan invasi. Ia mengatakan ribuan tentara Rusia sudah terbunuh sementara pemimpin-pemimpinnya berbohong pada mereka.

"Hidup kalian, tubuh kalian, masa depan kalian telah dikorbankan pada perang tak masuk akal," katanya pada tentara Rusia. Ia menambahkan ayahnya memiliki pengalaman serupa sebagai tentara Austria selama Perang Dunia II. n Lintar Satria/Reuters

sumber : Reuters
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement