Senin 21 Mar 2022 09:25 WIB

Saudi Temukan Benteng Warisan Berusia Lebih Dari 500 Tahun

Situs arkeologi yang disebut dengan Benteng Warisan Al-Shouna berasal dari tahun 1516

Rep: Zahrotul Oktaviani/ Red: Andi Nur Aminah
Situs arkeologi yang dinamakan Benteng Warisan Al-Shouna diperkirakan berumur 500 tahun.
Foto: saudigazette
Situs arkeologi yang dinamakan Benteng Warisan Al-Shouna diperkirakan berumur 500 tahun.

REPUBLIKA.CO.ID, JEDDAH -- Arab Saudi mengumumkan penemuan salah satu situs arkeologi utama di kota Jeddah. Penggalian benteng bawah tanah ini diprediksi ada lebih dari 500 tahun yang lalu.

Situs arkeologi yang disebut dengan Benteng Warisan Al-Shouna berasal dari tahun 1516. Ia ditemukan selama pembongkaran bangunan acak, yang terletak di dekat Jalan Qabil dan di sebelah Jalan Al-Dhahab di daerah Balad, salah satu pasar tradisional bersejarah di Jeddah.

Baca Juga

Dilansir di Saudi Gazette, Senin (21/3), laporan televisi lokal menyatakan pekerjaan penggalian dan pembongkaran yang sedang berlangsung ini kemungkinan mengarah pada penemuan lebih banyak harta karun sejarah dan arkeologi.

Situs-situs tersebut diprediksi berkaitan dengan kota yang peradabannya berkembang 3.000 tahun yang lalu, kemudian muncul sebagai salah satu pelabuhan utama di pantai Laut Merah.

Situs arkeologi ini terhubung dengan tembok kota tua dan parit, yang dianggap sebagai tepi laut pada tahun 1516. Selama pekerjaan pembongkaran yang sedang berlangsung, sejumlah situs warisan ditemukan di antara reruntuhan ini, selain dari tepi laut kuno kota.

Supervisor umum Program Jeddah Bersejarah, Ashraf Kamel, mengatakan Al-Shouna adalah benteng kuno yang ditemukan selama proses penggalian. Benteng itu telah lenyap dalam perjalanan sejarah dan tidak ada yang tahu lokasinya. Temuan ini lantas menunjukkan bahwa itu adalah benteng terbesar di pantai Laut Merah.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement