REPUBLIKA.CO.ID, RIYADH -- Pihak berwenang Arab Saudi mengumumkan semua orang yang memegang visa Schengen yang valid diizinkan untuk melakukan umrah. Mereka disebut tidak harus mendapatkan visa Arab Saudi sebelumnya.
Keputusan tersebut diambil hanya satu minggu setelah Arab Saudi memutuskan mengaktifkan kembali skema visa kedatangan (visa on arrival), bagi pelancong yang sudah memegang visa Schengen.
Meskipun demikian, otoritas Arab Saudi menekankan pemegang visa Schengen harus sudah memasuki negara penerbit visa terlebih dahulu sebelum memasuki Arab Saudi, agar memenuhi syarat mendapatkan skema visa on arrival.
Dilansir di Schengen Visa Info, Selasa (5/4), meskipun Kerajaan telah melonggarkan sejumlah aturan, Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi menjelaskan orang yang masuk ke negara itu tetap diharuskan mengikuti pembatasan COVID-19.
Salah satunya, semua orang harus memakai masker wajah saat melakukan umrah di Masjidil Haram. "Kementerian menekankan penggunaan masker saat melaksanakan umrah di Masjidil Haram tetap diwajibkan,” bunyi pernyataan Kementerian tersebut.
Selain dari pemegang visa Schengen, pihak berwenang menjelaskan mereka yang memegang visa AS atau Inggris yang sah, juga dapat masuk di bawah aturan yang sama. Pemegang visa ini juga memenuhi syarat untuk program visa saat kedatangan.
Sebelum memasuki Arab Saudi, pemegang visa Schengen, Inggris dan AS juga harus memenuhi aturan lain. Kementerian Haji dan Umrah menjelaskan semua orang perlu membuat janji melalui aplikasi Eatmarna untuk melakukan umrah.
Izin umrah bagi mereka yang tidak memasuki Arab Saudi dalam waktu maksimal enam jam dari pemesanan akan dibatalkan. Selain itu, hal ini juga bisa dibatalkan jika seseorang dinyatakan positif mengidap penyakit Covid-19 sebelum masuk Saudi atau melakukan kontak dengan orang yang terinfeksi.
Visa Schengen diketahui memungkinkan pemegangnya mengunjungi beberapa negara lain yang tidak berada di Uni Eropa atau Area Schengen, selama itu adalah visa multiple entry.
Sebanyak 18 negara non-UE/Area Schengen saat ini mengizinkan masuk bagi mereka yang memegang visa Schengen yang valid.
Rekomendasi
-
Rabu , 21 Jan 2026, 16:49 WIB
Laporan: Sebagian Besar Negara Uni Eropa Tolak Gabung Dewan Perdamaian Gaza Buatan Trump
-
-
Rabu , 21 Jan 2026, 15:41 WIBPM Kanada: Tatanan Dunia Lama tak akan Kembali
-
Rabu , 21 Jan 2026, 15:25 WIBAS Setuju Jual Pesawat Pengintai Hingga Sistem Hanud ke Singapura
-
Rabu , 21 Jan 2026, 14:38 WIBPenembak Shinzo Abe Divonis Penjara Seumur Hidup di Jepang
-
Rabu , 21 Jan 2026, 13:42 WIBJawaban Trump Ketika Ditanya Sejauh Mana Upaya Amerika Aneksasi Greenland
-